Teriakannya memecah konsentrasi kerumunan.
"Tatap gue. Berani lu sekarang? Lu yang mukulin gue," lanjutnya, suaranya semakin keras.
Di sisi lain, sang polisi yang menjadi sasaran kemarahan itu sama sekali tidak membalas. Ekspresinya datar, hanya tersenyum tipis sambil tetap berdiri di posisinya. Dia seperti berusaha menghindari eskalasi yang tidak perlu.
Melihat situasi memanas, beberapa rekan mahasiswa segera menarik si pemuda itu mundur. Aksi kemudian dilanjutkan dengan orasi dan pembacaan pernyataan sikap, mengalihkan fokus kembali ke tuntutan utama mereka: menuntut keadilan untuk korban dan proses hukum yang transparan bagi oknum yang bertanggung jawab.
Sore itu pun berlanjut dengan teriakan-teriakan protes, sementara barisan polisi tetap diam membisu, menjaga garis yang tak boleh dilewati.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Pejabat Bea Cukai, Uang Korupsi Rp5 Miliar Dipindahkan dengan Mobil Operasional
Polisi Banten Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Kos di Serang
Kemenperin: Penundaan EUDR dan Tarif Nol AS Pacu Ekspor Kakao Nasional
Polisi Bubarkan Aksi Balap Liar Remaja di Ciputat, Sita Celurit