Polisi Banten Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Kos di Serang

- Jumat, 27 Februari 2026 | 20:50 WIB
Polisi Banten Bongkar Sindikat Perdagangan Orang Berkedok Kos di Serang

Polisi Banten baru-baru ini membongkar sebuah kasus perdagangan orang yang beroperasi lewat dunia maya. Pusatnya ada di sebuah rumah kos di Kramatwatu, Serang. Yang mengelola ternyata sepasang suami istri.

Menurut AKBP Irene Missy dari Subdit IV Renakta Ditreskrimum, informasi awal justru datang dari warga sekitar. Mereka melaporkan aktivitas mencurigakan di Kost Inang. Berbekal laporan itu, petugas bergerak cepat. Mereka mendatangi lokasi pada dini hari buta, tepatnya Senin pukul satu pagi.

“Di sana, kami menemukan fakta yang memprihatinkan,” ujar AKBP Irene.

Rumah kos itu rupanya berfungsi sebagai tempat rekrutmen dan penampungan. Para perempuan kemudian ditawarkan lewat aplikasi MiChat kepada para pelanggan. Janjinya menggiurkan: gaji bisa mencapai sembilan hingga sepuluh juta rupiah per bulan. Tentu saja, iming-iming itu adalah jerat. Mereka diduga dijadikan pekerja seks komersial.

Dua tersangka, AB (27) dan FT (26), langsung diamankan. Polisi juga berhasil mengidentifikasi tiga orang korban yang saat itu berada di lokasi.

Barang bukti yang disita cukup lengkap. Mulai dari satu ponsel milik pelaku, uang tunai hampir sepuluh juta rupiah, sampai enam kotak kondom dan gel pelumas. Tak ketinggalan, screenshot percakapan di aplikasi yang menjadi alat transaksi mereka juga diamankan. Semua itu menguatkan dugaan praktik prostitusi online yang terorganisir.

Namun begitu, penyelidikan belum berhenti. Pemeriksaan terhadap pelaku dan korban masih terus dilakukan secara intensif. Jaringannya mungkin lebih luas dari yang terlihat sekarang.

“Kami masih mendalami. Ada kemungkinan masih ada korban lain atau jaringan yang lebih besar. Prioritas kami adalah mengungkap semua itu sekaligus memastikan perlindungan untuk para korban,” jelas Irene lebih lanjut.

Di sisi lain, Polda Banten juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan. Kewaspadaan dan laporan dari warga seringkali jadi pintu masuk pengungkapan kasus semacam ini.

“Peran serta masyarakat sangat krusial. Jika melihat atau mencurigai adanya praktik eksploitasi manusia, segera laporkan. Bersama-sama, kita bisa memberantas perdagangan orang,” pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar