"Kemudian dari 4.882 WNI tersebut sebanyak 4.680 WNI sudah dilakukan asesmen. Hasilnya tidak ditemukan WNI terindikasi korban TPPO, bahkan sebagian besar mengaku memang bekerja secara profesional di kantor online scam," katanya lagi.
Lalu bagaimana kelanjutannya? Ternyata, lebih dari seribu orang sudah mengambil inisiatif untuk pulang dengan biaya sendiri. Heni menyebutkan, hingga tanggal 25 Februari, sekitar 926 WNI telah kembali secara mandiri. Dan angka itu bertambah lagi.
"Bahkan tadi malam ditambah 111 ya. Jadi sudah sekitar 1.000 lebih yang pulang secara mandiri," jelasnya.
Meski begitu, situasi belum sepenuhnya beres. Saat ini, masih ada sekitar 900 WNI yang tinggal di penampungan sementara. Fasilitas ini dikoordinasikan oleh KBRI bersama dengan otoritas setempat, menunggu kepastian langkah mereka selanjutnya.
Artikel Terkait
Kaspersky Ungkap Skema Phishing Baru yang Menyamar sebagai Notifikasi Google Tasks
Agung Sedayu Group Gelar Buka Puasa dan Santunan untuk 500 Anak Yatim di PIK
Jasa Raharja Klaim Tak Ada Tunggakan Klaim Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung