Bagi Ibas, program pemenuhan gizi ini adalah contoh kebijakan pemerintah yang manfaatnya langsung terasa. Ini bukan cuma soal memberi makan gratis, tapi lebih dari itu: memastikan keseimbangan gizi agar anak-anak bisa tumbuh jadi generasi sehat dan unggul. Keberadaan SPPG, dalam pandangannya, adalah investasi penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Namun begitu, ia juga mengingatkan soal integritas. Pelaksanaannya harus jujur, tanpa kecurangan, karena yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak Indonesia.
Ia pun menyampaikan apresiasi tinggi pada para pekerja SPPG yang telah bekerja keras dan disiplin, menjaga setiap porsi makanan sesuai standar gizi yang ditetapkan. Sebagai wakil rakyat di pusat, Ibas menegaskan komitmennya untuk mengawal keberlanjutan program semacam ini.
Melalui kunjungan ini, harapannya jelas: SPPG Ngawi bisa jadi contoh yang profesional dan akuntabel. Sebuah model layanan gizi yang berkelanjutan, untuk mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.
Artikel Terkait
Pemerintah Sepakati Pengelolaan Sampah Aglomerasi di Jateng, Targetkan Kurangi 3.000 Ton per Hari
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai