Ia menegaskan, insan intelijen harus bisa bergerak lincah mengikuti setiap perubahan. Karakter yang adaptif, responsif, dan mampu memprediksi menjadi fondasi utama. Hanya dengan begitu, berbagai ancaman di masa depan bisa dihadapi dengan lebih siap.
Mengakhiri sambutannya, Kasum TNI lalu menyatakan Rakor Intelijen Tahun 2026 resmi dibuka.
“Rapat Koordinasi Intelijen Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tegasnya.
Diharapkan, rakornya ini bisa memperkuat sinergi antarunsur intelijen TNI. Semua itu untuk satu tujuan: menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Acara kemudian ditutup oleh Asintel Panglima TNI, menandakan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi apa pun yang terjadi nanti.
Artikel Terkait
Forum Korban Desak DPR Evaluasi UU Perdagangan Berjangka
Rumah Terduga Bandar Narkoba Digeruduk Massa, Kericuhan Keempat Terjadi di Rohil
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia