Ia menegaskan, insan intelijen harus bisa bergerak lincah mengikuti setiap perubahan. Karakter yang adaptif, responsif, dan mampu memprediksi menjadi fondasi utama. Hanya dengan begitu, berbagai ancaman di masa depan bisa dihadapi dengan lebih siap.
Mengakhiri sambutannya, Kasum TNI lalu menyatakan Rakor Intelijen Tahun 2026 resmi dibuka.
“Rapat Koordinasi Intelijen Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tegasnya.
Diharapkan, rakornya ini bisa memperkuat sinergi antarunsur intelijen TNI. Semua itu untuk satu tujuan: menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Acara kemudian ditutup oleh Asintel Panglima TNI, menandakan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi apa pun yang terjadi nanti.
Artikel Terkait
Pemerintah Sepakati Pengelolaan Sampah Aglomerasi di Jateng, Targetkan Kurangi 3.000 Ton per Hari
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai