Ia menegaskan, insan intelijen harus bisa bergerak lincah mengikuti setiap perubahan. Karakter yang adaptif, responsif, dan mampu memprediksi menjadi fondasi utama. Hanya dengan begitu, berbagai ancaman di masa depan bisa dihadapi dengan lebih siap.
Mengakhiri sambutannya, Kasum TNI lalu menyatakan Rakor Intelijen Tahun 2026 resmi dibuka.
“Rapat Koordinasi Intelijen Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tegasnya.
Diharapkan, rakornya ini bisa memperkuat sinergi antarunsur intelijen TNI. Semua itu untuk satu tujuan: menjaga stabilitas dan kedaulatan negara. Acara kemudian ditutup oleh Asintel Panglima TNI, menandakan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi apa pun yang terjadi nanti.
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah
Prabowo Berbuka Puasa Bersama Seluruh Pemimpin Uni Emirat Arab di Abu Dhabi
Masjid Jami Koba: Saksi Bisu Sejarah di Balik Renovasi Megah