Untuk memastikan transisi berjalan mulus, Agus Jabo memberikan sejumlah arahan spesifik. Pertama, soal kolaborasi. Dia meminta gugus tugas memperkuat koordinasi dengan Kementerian PUPR. Tujuannya agar mekanisme monitoring progres pembangunan bisa ketat dan transparan.
“Saya sendiri akan terlibat dalam pengawasan. Targetnya jelas: pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini harus tepat waktu. Bulan Juli nanti, kita harus sudah bisa buka pendaftaran siswa baru sekaligus memindahkan mereka dari sekolah rintisan,” jelas Agus Jabo.
Arahan selanjutnya menyangkut sumber daya manusia. Formasi ASN untuk guru dan tenaga kependidikan harus segera diajukan. Prosesnya bertahap, tapi batas akhirnya tidak boleh molor: paling lambat akhir Maret.
Di sisi lain, prinsip utama dalam semua proses ini tidak boleh dilupakan. Kehati-hatian, akuntabilitas, dan yang terutama, orientasi pada kepentingan terbaik anak harus jadi pedoman.
“Saya ingatkan sekali lagi. Semua upaya ini pada akhirnya untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Agar tujuan memutus mata rantai kemiskinan betul-betul bisa tercapai,” tutupnya.
Rakor hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat penting. Di antaranya Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Staf Ahli Mensos Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, dan Staf Khusus Mensos Bidang Pemberdayaan dan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib. Beberapa stakeholder terkait lainnya turut hadir menyumbang pemikiran.
Artikel Terkait
PDIP Larang Kader Manfaatkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Kepentingan Pribadi
TNI Buka Rakor Intelijen 2026, Siap Hadapi Tantangan Keamanan Multidimensi
Menteri Zulhas Bantah Impor Beras dan Ayam dari AS, Klaim Stok Pangan Surplus
Kapolri Ajak Ormas dan Mahasiswa Jadikan Polri Mitra, Bukan Sekadar Penjaga