Wamen Sosial Soroti Gap Pembangunan Sekolah Rakyat, Hanya 98 dari 166 Gedung Permanen yang Dipersiapkan

- Kamis, 26 Februari 2026 | 17:10 WIB
Wamen Sosial Soroti Gap Pembangunan Sekolah Rakyat, Hanya 98 dari 166 Gedung Permanen yang Dipersiapkan

Untuk memastikan transisi berjalan mulus, Agus Jabo memberikan sejumlah arahan spesifik. Pertama, soal kolaborasi. Dia meminta gugus tugas memperkuat koordinasi dengan Kementerian PUPR. Tujuannya agar mekanisme monitoring progres pembangunan bisa ketat dan transparan.

“Saya sendiri akan terlibat dalam pengawasan. Targetnya jelas: pembangunan Sekolah Rakyat permanen ini harus tepat waktu. Bulan Juli nanti, kita harus sudah bisa buka pendaftaran siswa baru sekaligus memindahkan mereka dari sekolah rintisan,” jelas Agus Jabo.

Arahan selanjutnya menyangkut sumber daya manusia. Formasi ASN untuk guru dan tenaga kependidikan harus segera diajukan. Prosesnya bertahap, tapi batas akhirnya tidak boleh molor: paling lambat akhir Maret.

Di sisi lain, prinsip utama dalam semua proses ini tidak boleh dilupakan. Kehati-hatian, akuntabilitas, dan yang terutama, orientasi pada kepentingan terbaik anak harus jadi pedoman.

“Saya ingatkan sekali lagi. Semua upaya ini pada akhirnya untuk mendukung program Sekolah Rakyat. Agar tujuan memutus mata rantai kemiskinan betul-betul bisa tercapai,” tutupnya.

Rakor hari itu juga dihadiri sejumlah pejabat penting. Di antaranya Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, Staf Ahli Mensos Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis, dan Staf Khusus Mensos Bidang Pemberdayaan dan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib. Beberapa stakeholder terkait lainnya turut hadir menyumbang pemikiran.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar