Menteri Israel Ancam Lanjutkan Serangan ke Iran Jika Diplomasi Gagal

- Senin, 13 April 2026 | 13:00 WIB
Menteri Israel Ancam Lanjutkan Serangan ke Iran Jika Diplomasi Gagal

Tel Aviv Suasana tegap kembali menyelimuti langit politik Israel. Pasca buntunya perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat, sejumlah menteri di sana mulai bersuara lantang. Isyarat untuk melanjutkan serangan terhadap Teheran kian nyaring terdengar. Padahal, perang antara kubu AS-Israel melawan Iran sempat terhenti. Itu semua berkat gencatan senjata dua minggu yang disepakati sejak Selasa lalu, 7 April.

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, tak ragu menyuarakan ancaman. Menurutnya, serangan terhadap Iran sangat mungkin terjadi jika jalan diplomasi benar-benar mentok.

"Isu nuklir ini urusan internasional. Dan menurut saya, bagus bahwa Presiden Trump sudah menetapkan garis merah dalam masalah ini," ujar Cohen dalam percakapannya dengan harian Yedioth Ahronoth, Minggu (12/4) waktu setempat.

Dia menegaskan, "Kalau tidak ada kesepakatan, Iran bisa diserang."

Pernyataan Cohen dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Senin (13/4/2026).

Tak cuma soal Iran, Cohen juga bicara tentang Lebanon. Wilayah itu jadi sasaran perluasan serangan Israel yang menargetkan kelompok Hizbullah. Cohen punya pandangan keras. Dia mencetuskan agar Israel tidak hanya menyerang pasukan militer, tapi juga membidik fasilitas dan infrastruktur Lebanon secara lebih luas.

"Saya sudah bilang ini di kabinet. Saya sendiri sih nggak terlalu lihat peluang sukses yang tinggi dari negosiasi ini," cetusnya.

Pernyataan itu muncul di saat yang cukup runyam. Soalnya, Tel Aviv dan Beirut justru baru sepakat menggelar pertemuan pertama di Washington DC. Rencananya, pertemuan pada Selasa (14/4) besok itu bertujuan mengamankan gencatan senjata dan memulai dialog langsung. Agak ironis, bukan?

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, juga bersikap sama beringasnya. Dalam sebuah wawancara dengan Channel 14, dia dengan percaya diri mengklaim bahwa AS akan mencapai tujuan mereka dalam perang melawan Iran.

"Tampaknya para pejabat Iran belum paham betul tekad Presiden Trump dan PM Netanyahu. Kita akan kembali berperang, dan tujuan kita akan tercapai," kata Barkat.

Nada dari kedua menteri itu jelas: penuh keyakinan, tapi juga diwarnai ancaman yang tak lagi disembunyikan. Gencatan senjata yang baru berumur beberapa hari itu, sepertinya, bisa runtuh kapan saja.

(nvc/ita)

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar