Tel Aviv Suasana tegap kembali menyelimuti langit politik Israel. Pasca buntunya perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat, sejumlah menteri di sana mulai bersuara lantang. Isyarat untuk melanjutkan serangan terhadap Teheran kian nyaring terdengar. Padahal, perang antara kubu AS-Israel melawan Iran sempat terhenti. Itu semua berkat gencatan senjata dua minggu yang disepakati sejak Selasa lalu, 7 April.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, tak ragu menyuarakan ancaman. Menurutnya, serangan terhadap Iran sangat mungkin terjadi jika jalan diplomasi benar-benar mentok.
"Isu nuklir ini urusan internasional. Dan menurut saya, bagus bahwa Presiden Trump sudah menetapkan garis merah dalam masalah ini," ujar Cohen dalam percakapannya dengan harian Yedioth Ahronoth, Minggu (12/4) waktu setempat.
Dia menegaskan, "Kalau tidak ada kesepakatan, Iran bisa diserang."
Pernyataan Cohen dilaporkan oleh Anadolu Agency pada Senin (13/4/2026).
Tak cuma soal Iran, Cohen juga bicara tentang Lebanon. Wilayah itu jadi sasaran perluasan serangan Israel yang menargetkan kelompok Hizbullah. Cohen punya pandangan keras. Dia mencetuskan agar Israel tidak hanya menyerang pasukan militer, tapi juga membidik fasilitas dan infrastruktur Lebanon secara lebih luas.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand