Belum lagi ada anggaran untuk uang makan pegawai. Untuk periode 2018-2019 dan 2023-2024, nilainya mencapai Rp 1,7 miliar. Sementara untuk tahun-tahun di antaranya, 2020-2022, ada lagi alokasi Rp 1,3 miliar.
Lembur para verifikator pun tak luput. Ada transfer tambahan lembur sebesar Rp 1,369 miliar. Di catatan lain, bahkan ada lagi tambahan senilai Rp 733 juta.
Yang menarik, aliran dana ini juga menyentuh pejabat tinggi. Untuk keperluan Dirjen Binapenta Kemenaker periode 2024-2025 sekaligus Staf Ahli Menaker, Haryanto, disiapkan dana Rp 5,8 miliar. Sementara untuk mantan Direktur PPTKA Kemenaker (2017-2019), Wisnu Pramono, nilainya Rp 782 juta.
Lalu, di tengah arus miliaran rupiah itu, berapa yang akhirnya dinikmati Putri sendiri? Menurut perhitungan KPK, sekitar Rp 6,3 miliar. Meski begitu, Miftah menegaskan bahwa uang senilai itu tidak sepenuhnya berasal dari rekening-rekening yang ia kendalikan. Ada juga yang masuk dari rekening lain.
“Penghitungan kami, untuk yang kemudian dinikmati oleh untuk kepentingan PCW ini sebesar Rp 6,3 miliar,” imbuhnya.
Dari sekian banyak pengeluaran, yang paling menyita perhatian tentu saja pembelian tiket Coldplay senilai setengah miliar lebih itu. Sebuah pengeluaran yang, di tengah kasus suap dan pemerasan, terasa begitu kontras dan personal.
Artikel Terkait
Minat WNA Jadi WNI Melonjak, Namun Seleksi Makin Ketat
Sepuluh Perwira Sespimmen Polri Kunjungi Polres Bangkalan untuk Asah Kapasitas Kepemimpinan
Menteri Fadli Zon Resmikan Pemugaran Masjid Cagar Budaya Padang Betuah di Bengkulu
Longsor di Nusa Penida, Personel TNI Bantu Bersihkan Rumah Tertimpa