Laporan terbaru dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Fokusnya jelas: mengembalikan konektivitas di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Mereka tak cuma membenahi jalan dan jembatan yang hancur, tapi juga berusaha keras memulihkan aliran listrik serta jaringan telekomunikasi. Tujuannya satu, agar mobilitas warga dan jalur distribusi bantuan kembali normal secepatnya.
Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur ini dianggap sebagai kunci utama. Ketua Satgas, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan hal itu saat blusukan ke Pidie Jaya, Aceh, akhir pekan lalu. Menurutnya, perbaikan jembatan penghubung yang rusak parah harus jadi prioritas.
Tito mengaku sudah mengadakan koordinasi langsung dengan Menteri PU, Dody Hanggodo, untuk urusan ini.
“Menteri PU saya sudah kontak tadi dan juga petugas PU. Menteri PU sudah sampaikan sama saya,”
ungkap Tito dalam rilis tertulisnya, Kamis lalu.
Nah, kalau kita lihat datanya per 23 Februari, pemulihan infrastruktur fisik memang sedang digenjot. Tapi yang menarik, perbaikan juga menyentuh hal-hal yang sering kita anggap remeh seperti listrik, BTS, dan koneksi internet. Tanpa itu semua, pemulihan terasa tak lengkap.
Di Aceh, kabar baik datang dari jalan nasional. Semua 38 ruas yang terdampak kini sudah berfungsi lagi. Begitu pula dengan 17 jembatan nasionalnya. Untuk jalan daerah, progresnya mencapai 92 persen, atau 1.521 ruas dari total 1.637 yang rusak. Namun, tantangan masih ada di jembatan daerah: baru 351 dari 650 jembatan yang bisa dilintasi lagi.
Kondisi di Sumut terlihat lebih cepat. Semua jalan dan jembatan nasional yang terdampak dilaporkan sudah beroperasi. Untuk jaringan daerah, angkanya juga impresif: 98 persen jalan dan 93 persen jembatan sudah bisa dipakai.
Sementara itu, progres di Sumbar juga menunjukkan tren positif. Semua jalan dan jembatan nasionalnya telah pulih. Untuk tingkat daerah, 91 persen jalan sudah beres. Tapi lagi-lagi, jembatan daerah jadi pekerjaan rumah: baru sekitar 55 persen yang benar-benar fungsional.
Di luar infrastruktur darat, ada cerita lain yang patut disyukuri. Pasokan listrik di Sumbar, misalnya, disebut telah pulih total. Di Aceh dan Sumut, hanya tersisa sedikit pelanggan yang masih menunggu. Yang tak kalah penting, seluruh BTS yang sempat mati di tiga provinsi itu kini sudah menyala kembali. Setidaknya, komunikasi sudah tak terputus lagi.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Kemendikbudristek Bersikap Tegas Soal 16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelecehan Seksual
Peneliti ITB Peringatkan Dominasi Mobil Listrik China Bisa Guncang Industri Lokal, Belajar dari Kasus Thailand
Gubernur DKI Copot Pejabat Diduga Pakai Foto AI untuk Tanggapi Aduan Warga
Alibaba.com Soroti Strategi Kunci UMKM Indonesia untuk Sukses Ekspor Digital