Di luar jarak itu pun, tetap ada batasan. Warga tidak boleh mendekati tepi sungai atau sempadan Besuk Kobokan dalam jarak 500 meter. Soalnya, wilayah itu masih berpotensi terlanda perluasan awan panas atau aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer. Bahaya lontaran batu pijar juga mengancam dalam radius 5 kilometer dari kawah.
Kewaspadaan ekstra juga diperlukan terhadap potensi lahar di sejumlah aliran sungai, seperti Besuk Kobokan, Bang, Kembar, dan Sat. Tidak ketinggalan, sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai.
Di sisi lain, laporan dari lapangan menyebutkan banjir lahar hujan itu terjadi pada malam hari. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, kondisi hingga Kamis pagi masih relatif aman. Material lahar tidak sampai meluber ke permukiman warga.
Jadi, meski getarannya lama dan gempa-gempa lain masih terus terekam, situasi di Lumajang masih terkendali. Warga diminta tetap siaga dan patuh pada rekomendasi dari pihak berwenang. Cuaca ekstrem seperti hujan deras bisa menjadi pemicu bahaya berikutnya kapan saja.
Artikel Terkait
Sidang Vonis Kasus Korupsi Minyak Rugikan Negara Rp285 Triliun Digelar Hari Ini
BGN Tegaskan Insentif Rp 6 Juta dalam Program Makan Bergizi Gratis Bukan Tambahan Anggaran
Satgas Rehabilitasi Pascabencana Laporkan Pemulihan Infrastruktur di Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai Kemajuan Signifikan
Warga Jakarta Kini Bisa Cek dan Bayar Pajak Kendaraan Secara Online