Hujan deras mengguyur kawasan Gunung Semeru sepanjang Kamis dini hari. Akibatnya, getaran banjir lahar hujan tercatat berlangsung sangat lama hampir empat jam. Ini berdasarkan data dari Pos Pengamatan gunung api itu.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan detailnya.
Selain fenomena itu, aktivitas kegempaan dalam enam jam yang sama juga cukup sibuk. Tercatat ada 17 kali gempa letusan. Amplitudonya bervariasi, antara 11 sampai 22 mm, dengan durasi 65 hingga 104 detik. Ada juga tiga gempa guguran dan satu gempa embusan yang terekam.
Sayangnya, kondisi visual saat itu kurang mendukung. "Pengamatan secara visual, gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati," ujar Sigit. Cuaca kala itu mendung bahkan hujan, dengan angin yang bertiup lemah hingga kencang ke arah utara dan timur laut.
Nah, status Semeru sendiri masih tetap Siaga atau Level III. Karena itu, sejumlah larangan dan imbauan masih sangat berlaku. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Itu zona inti bahaya.
Artikel Terkait
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang