Angin Kencang Porak-Porandakan Peternakan Ayam di Pati, Kerugian Capai Miliaran

- Senin, 13 April 2026 | 00:45 WIB
Angin Kencang Porak-Porandakan Peternakan Ayam di Pati, Kerugian Capai Miliaran

Kawasan peternakan ayam di Dukuh Poncomulyo, Pati, mendadak jadi pusat kepanikan Minggu siang itu. Angin datang begitu ganas, merobohkan bangunan kandang dan membuat para pekerja berlarian menyelamatkan diri ke tengah persawahan. Setidaknya empat bangunan peternakan ambruk diterjangnya.

Feri, seorang pekerja di lokasi, masih tampak syok menceritakan kejadiannya. Menurutnya, angin berembus dari arah barat daya, dibarengi hujan yang tak kalah deras.

"Angin dari barat selatan sana tiba-tiba datang, datangnya pelan-pelan lalu langsung kencang. Angin kencang itu sekitar 5 sampai 10 detik saja, cuma singkat tapi langsung bikin kandang ambruk. Angin datang saya langsung keluar,"

Kata Feri, Minggu (12/4/2026). Hanya hitungan detik, tapi dampaknya luar biasa.

Di sisi lain, kerugian material yang diderita sungguh fantastis. Jamaah, salah satu pemilik peternakan, menyebut ada lima kandang yang terdampak. Empat di antaranya hancur total.

"Ini kerusakan total, seratus persen roboh. Punya saya dan beberapa lainnya juga roboh total. Estimasi kandang beserta alat sekitar delapan ratus juta sampai satu miliar. Kalau sudah ada ayam siap panen bisa lebih dari dua miliar,"

Ungkapnya dengan nada prihatin. Bayangkan, satu kandang saja nilainya bisa menyentuh angka miliaran.

Untungnya, tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, hitungan kerugiannya tak main-main. Bangunan kandang yang rubuh, ditambah ratusan ayam yang mati, diperkirakan merugikan hingga lebih dari Rp5 miliar. Angka yang sungguh besar untuk para peternak.

Gangguan cuaca ekstrem itu ternyata tak berhenti di kompleks peternakan. Menurut sejumlah saksi, puluhan atap rumah warga di Desa Gadudero juga rusak. Bahkan fasilitas pendidikan setempat ikut terkena imbas.

Yang bikin makin runyam, beberapa pohon besar tumbang dan menutup jalur Pati-Kudus. Jalanan sempat macet total beberapa jam sebelum akhirnya relawan gabungan turun tangan membersihkan.

Peristiwa di Pati ini jadi pengingat keras betapa cuaca bisa berubah dengan brutal. Dalam sekejap, usaha bertahun-tahun bisa porak-poranda.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar