Di sisi lain, harapan tetap ada. Rubio berharap pertemuan di Jenewa itu bisa menghasilkan sesuatu yang konkret bagi keamanan global. Tapi ia tak mau berlarut-larut. Cakupan pembicaraan, tegasnya, harus segera diperlebar.
"Mudah-mudahan pembicaraan itu produktif, tetapi pada akhirnya kita harus melakukan percakapan tentang lebih dari sekadar program nuklir," jelas Rubio.
Lalu, bagaimana dengan spekulasi serangan udara? Rubio menegaskan belum ada perintah eksekusi dari Gedung Putih soal itu. Tapi ia memberi sinyal jelas: kemajuan di meja perundingan adalah hal yang mutlak.
"Presiden belum membuat keputusan mengenai hal itu (serangan), jadi saya tidak tahu apakah hari Kamis adalah tanggal kunci untuk itu. Saya pikir kemajuan perlu dicapai," pungkasnya.
Peringatan Rubio ini jelas bukan omong kosong. Ini mencerminkan tekanan AS yang makin kuat, mendesak Iran untuk berkompromi menyangkut seluruh program persenjataannya. Tujuannya jelas: mencegah ketegangan di Timur Tengah meledak jadi konflik yang lebih luas.
Artikel Terkait
TikTokers Gowa Didenda Rp1 Miliar Gara-gara Siarkan Langsung BYON Combat Ilegal
Polisi Temukan Empat Pasang Pelat Nomor Berbeda dalam Mobil Pengemudi Ugal-ugalan di Gunung Sahari
Wamen Bima Arya: Sinkronisasi Global-Nasional-Lokal Kunci Capai Target Nol Emisi
Satgas Pangan Perketat Pengawasan Distribusi Jelang Idulfitri