Hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menuding Iran tengah mengembangkan roket yang bisa mencapai AS, peringatan keras kembali dilayangkan. Kali ini dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. Ia secara khusus menyoroti program rudal balistik Teheran yang dianggapnya sebagai masalah besar.
Rubio menyampaikan peringatan itu saat berada di Saint Kitts dan Nevis, Rabu waktu setempat. Menurutnya, sikap Iran yang enggan bernegosiasi soal persenjataan itu jadi penghalang serius dalam hubungan diplomatik kedua negara.
"Saya akan katakan bahwa kegigihan Iran untuk tidak membahas rudal balistik adalah masalah yang sangat, sangat besar," ujar Rubio kepada para wartawan.
Pernyataannya ini bukan tanpa alasan. Ia sedang mempersiapkan landasan bagi delegasi AS yang akan bertemu perwakilan Iran di Jenewa. Bagi Rubio, kesepakatan apa pun nantinya tak boleh cuma berkutat pada isu nuklir. Program rudal jarak jauh Iran harus masuk dalam agenda.
Meski begitu, Rubio enggan menyebut pertemuan Jenewa sebagai momen 'hidup-mati' yang bakal menentukan langkah militer AS. Jalur diplomasi, katanya, masih jadi prioritas utama pemerintahan Trump saat ini.
"Presiden menginginkan solusi diplomatik. Dia sangat mengutamakan hal itu," tambahnya.
Artikel Terkait
TikTokers Gowa Didenda Rp1 Miliar Gara-gara Siarkan Langsung BYON Combat Ilegal
Polisi Temukan Empat Pasang Pelat Nomor Berbeda dalam Mobil Pengemudi Ugal-ugalan di Gunung Sahari
Wamen Bima Arya: Sinkronisasi Global-Nasional-Lokal Kunci Capai Target Nol Emisi
Satgas Pangan Perketat Pengawasan Distribusi Jelang Idulfitri