"Bisa kerajinan tangan di satu tempat, atau peternakan ayam di tempat lain. Tergantung potensi dan kebutuhan wilayahnya," katanya memberi contoh.
Memang, proses ini tak bisa instan. Dilakukan bertahap, dimulai dari dua lokasi uji coba tadi. Gus Ipul mengaku pihaknya sedang berkolaborasi erat dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa. Tujuannya jelas: memperkuat payung regulasi untuk transisi yang mulus.
Dia membeberkan gambaran idealnya. "Nanti ada program pemberdayaan ekonomi. Misalnya hasil ternaknya bisa dijual ke koperasi. Intinya, mereka bisa menjadi pemilik koperasi sekaligus pembeli di sana," paparnya.
"Tak cuma itu, mereka juga bisa menjual hasil produksinya. Inilah ekosistem yang coba dibangun Kopdes Merah Putih. Harapannya, ini bisa mempercepat 'kelulusan' mereka dari ketergantungan bansos," tambah Gus Ipul.
Lalu, bagaimana nasib bantuan sosial selama masa transisi ini? Gus Ipul menegaskan bahwa bansos akan tetap mengalir. Bantuan itu baru akan dihentikan ketika penerimanya sudah dianggap mandiri dan mampu berdiri di kaki sendiri.
"Ya tetap diberikan, sementara. Nanti kita ukur kemandiriannya. Kalau sudah cukup kuat, ya kita lepas. Ini memang bagian dari desain programnya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Program LSDP untuk Tangani Sampah di 30 Kabupaten/Kota
Anggota DPR Soroti Kekurangan APD dan Armada Damkar Sidoarjo
Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Pasaman Barat, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Bazar Ramadan Mentok Ramai, Kue Tradisional Jadi Buruan Utama