Pertama, mengajak investasi untuk membangun fasilitas pemrosesan mineral di dalam negeri. Tujuannya jelas: agar bahan mentah kita bisa diolah jadi material berkualitas tinggi untuk industri elektronik.
Kedua, soal pengembangan SDM. Ini mencakup transfer pengetahuan dan pelatihan khusus untuk mencetak insinyur-insinyur semikonduktor yang mumpuni.
Agenda ketiga adalah membangun koridor ketahanan rantai pasok. Ide dasarnya sederhana: menghubungkan sumber daya alam Indonesia dengan kemampuan manufaktur India yang sudah maju. Dengan begitu, terciptalah rantai pasok yang lebih tangguh dan efisien untuk kedua belah pihak.
Nezar meyakini, kolaborasi semacam ini manfaatnya akan terasa jauh melampaui sekadar keuntungan ekonomi. Ini tentang memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global.
“Dengan langkah-langkah strategis ini,” pungkasnya, “Indonesia siap memainkan peran sentral. Bukan lagi sekadar pemasok, tapi bagian aktif dari inovasi dan pembangunan teknologi dunia.”
Artikel Terkait
Polisi Dalami Keterkaitan Jambret di Ciomas dengan Kasus Motor Curian
Koper Calon Haji Bangka Tiba, Persiapan Distribusi Dimulai
Guru di Belu Dilaporkan ke Polisi Diduga Aniaya Siswi hingga Pingsan
Capello Kritik Fondasi Milan: Pertahanan Rapuh dan Krisis Striker