Pertama, mengajak investasi untuk membangun fasilitas pemrosesan mineral di dalam negeri. Tujuannya jelas: agar bahan mentah kita bisa diolah jadi material berkualitas tinggi untuk industri elektronik.
Kedua, soal pengembangan SDM. Ini mencakup transfer pengetahuan dan pelatihan khusus untuk mencetak insinyur-insinyur semikonduktor yang mumpuni.
Agenda ketiga adalah membangun koridor ketahanan rantai pasok. Ide dasarnya sederhana: menghubungkan sumber daya alam Indonesia dengan kemampuan manufaktur India yang sudah maju. Dengan begitu, terciptalah rantai pasok yang lebih tangguh dan efisien untuk kedua belah pihak.
Nezar meyakini, kolaborasi semacam ini manfaatnya akan terasa jauh melampaui sekadar keuntungan ekonomi. Ini tentang memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global.
“Dengan langkah-langkah strategis ini,” pungkasnya, “Indonesia siap memainkan peran sentral. Bukan lagi sekadar pemasok, tapi bagian aktif dari inovasi dan pembangunan teknologi dunia.”
Artikel Terkait
Kabel Internet Terputus Sebabkan Macet di Jalan Ir H Juanda Ciputat
Laporan: Eksekusi Mati di Iran Capai Rekor Tertinggi dalam Tiga Dekade
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Presiden Tandatangani Surpres RUU BPIP, Pembahasan di DPR Segera Dimulai