Di sinilah peran produk seperti dari PT BAMS dianggap strategis. Makanan siap saji itu dirancang khusus untuk situasi krisis. Cukup tambah air panas, langsung bisa dikonsumsi tanpa proses masak yang ribet. Pengemasannya memungkinkan makanan bertahan lama, tetap higienis, dan mudah dibawa dalam jumlah besar.
Konsep seperti ini memangkas rantai logistik yang biasanya panjang. Ketergantungan pada fasilitas dapur umum di lokasi bencana pun bisa ditekan.
Baginya, inovasi industri pangan semacam ini punya peran langsung dalam manajemen kebencanaan nasional. Dengan frekuensi bencana yang makin tinggi, model bantuan berbasis teknologi bisa jadi alternatif untuk mempercepat respons kemanusiaan. Pendekatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara industri, relawan, dan pemerintah.
Bamsoet menutup dengan harapan ke depan. “Industri pangan harus hadir memberi solusi konkret saat negara menghadapi situasi darurat. Ke depan, kami akan memperkuat kapasitas produksi agar respons bantuan bisa menjangkau lebih banyak wilayah rawan bencana di Indonesia,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Imigrasi Siapkan Jalur Cepat dan Tim Khusus untuk Atlet Asing
Duel Dua Rising Star BRI Liga 1: Malut United Vs Dewa United di Ternate
Rennes Kalahkan Angers, Perkuat Peluang ke Liga Champions
Juventus Kalahkan Atalanta 1-0, Naik ke Posisi Empat Klasemen Serie A