Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis lalu ternyata membawa konsekuensi serius. Pagi tadi, Sabtu (24/1), situasi banjir masih melanda. Data terbaru dari BPBD DKI Jakarta per pukul 09.00 WIB mencatat, ada 90 RT dan sembilan ruas jalan yang tergenang air.
Mohammad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, mengonfirmasi hal ini. Dalam keterangan tertulisnya, ia menyebut hujan deras itulah pemicu utama genangan-genangan yang tersebar di berbagai titik.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 90 RT dan 9 ruas jalan tergenang," ujar Yohan.
Menghadapi kondisi ini, pihaknya tak tinggal diam. Yohan mengemukakan bahwa penanganan segera dilakukan untuk memantau dan mengatasi genangan yang masih ada. Koordinasi dengan dinas-dinas terkait pun digiatkan.
"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah," jelasnya.
Lebih lanjut Yohan memaparkan, mereka berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Tujuannya untuk melakukan penyedotan dan memastikan saluran air bekerja normal, tentu bersama para lurah dan camat setempat. Kebutuhan dasar para penyintas juga disiapkan.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Yohan.
Di sisi lain, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Jika berada dalam keadaan darurat, masyarakat diharapkan segera menghubungi nomor layanan 112. Layanan ini gratis dan beroperasi 24 jam non-stop.
Lalu, di mana saja titik-titik banjir itu? Jakarta Barat jadi wilayah terdampak paling parah. Tak kurang dari 51 RT di sejumlah kelurahan terendam. Ketinggian airnya bervariasi, mulai dari 20 cm hingga yang paling ekstrem 150 cm di Rawa Buaya. Penyebabnya kombinasi curah hujan tinggi dan luapan kali, seperti Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Wilayah lain juga tak luput. Jakarta Selatan melaporkan tujuh RT terendam, dengan ketinggian mencapai 130 cm di Pejaten Timur. Jakarta Timur punya 25 RT yang terendam, dan beberapa titik seperti di Bidara Cina dan Kampung Melayu bahkan mencapai 180 cm. Sementara itu, Jakarta Utara mencatat tujuh RT terendam di Kapuk Muara.
Banjir ini mau tak mau memaksa warga mengungsi. Mereka berlindung di berbagai tempat, mulai dari masjid, musholla, aula kelurahan, hingga RPTRA. Di Jakarta Barat saja, setidaknya ada delapan titik pengungsian yang menampung ratusan jiwa. Kondisi serupa terlihat di Jakarta Pusat, Timur, dan Utara.
Namun begitu, ada juga kabar baik. Beberapa wilayah sudah mulai surut. Setidaknya ada lima kelurahan yang genangannya telah berkurang, seperti Sukabumi Utara, Tanjung Barat, dan Cipulir. Satu ruas jalan di Kapuk, Jakarta Barat, juga dilaporkan sudah normal.
Adapun sembilan ruas jalan yang masih tergenang sebagian besar berada di Jakarta Barat. Ketinggian airnya relatif rendah, antara 10 hingga 30 cm. Lokasinya tersebar, misalnya di Jalan Daan Mogot, depan RS Soeharto Heerdjan, hingga Jalan Strategi Raya di Joglo.
Situasi memang perlahan ditangani, tapi ancaman hujan masih perlu diwaspadai. Semoga genangan cepat surut dan warga bisa kembali ke rumahnya.
Artikel Terkait
Andi Taletting Langi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA Politik Unhas Periode 2026-2030
Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Perempatan Alun-Alun Purwodadi
Purbaya Bantah Isu APBN Hanya Rp120 Triliun, Tegaskan Kas Negara Masih Aman
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Usai Kalahkan Gresik Petrokimia 3-0