Jakarta, Rabu (25/2/2026) – Gedung Balai Kartini menjadi saksi sebuah pertemuan penting hari ini. Di sana, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dengan tegas menyuarakan keprihatinannya. Persoalan sampah di Indonesia, menurutnya, butuh penanganan yang utuh. Dari hulu ke hilir, semuanya harus terintegrasi. Tanpa itu, masalah nasional ini akan terus berputar-putar tanpa ujung.
Dan masalahnya memang serius. Tito tak segan menyebut data yang memprihatinkan: Indonesia masuk lima besar negara penghasil sampah terbesar di dunia. Bahkan, kita menduduki peringkat ketiga sebagai penyumbang sampah plastik ke laut. “Kondisi ini harus jadi momentum evaluasi bersama,” tegasnya. Bukan saatnya lagi untuk berleha-leha.
“Saya hanya mau menambahkan sedikit beberapa data saja untuk betul-betul acara ini tidak seremonial tapi menjadi wake up call yang kesekian kali,”
ucap Tito dalam keterangan tertulisnya. Ia ingin Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang bertema 'Kolaborasi untuk Indonesia ASRI' ini benar-benar membangunkan semua pihak.
Bagi Mendagri, sampah bukan cuma soal kebersihan semata. Dampaknya merembet ke kesehatan masyarakat. Namun begitu, di balik tumpukan itu tersimpan nilai ekonomi yang tak kecil, asal dikelola dengan cara yang tepat. Itulah mengapa ia mendorong pendekatan yang komprehensif.
Strateginya ia bagi dalam tiga pendekatan: hulu, hilir, dan integratif. Pendekatan hulu berpusat pada sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan terkecil. Di sini, gerakan dimulai dari dapur dan pekarangan kita sendiri.
“Nah yang berbasis hulu ini adalah berbasis lingkungan, rumah tangga. Jadi setiap rumah tangga bergerak, setiap lingkungan bergerak, RT, RW, dan desa misalnya untuk mereka sudah dari awal melakukan reduce, mengurangi, mengurangi sampah dan kemudian mengolah sampah di lingkungan masing-masing,”
Artikel Terkait
Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tanggapi Setiap Pemberitaan Media
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Ekstasi Berkedok Gaun Pengantin
Elemen Masyarakat Deklarasi Dukungan untuk Program Jaga Jakarta Polda Metro Jaya
Wamenpar: Pariwisata Berkelanjutan Jadi Keharusan untuk Tingkatkan Daya Saing Global