Contoh Kultum Ramadan Soroti Pentingnya Istiqamah dan Ibadah Berdampak

- Rabu, 25 Februari 2026 | 11:45 WIB
Contoh Kultum Ramadan Soroti Pentingnya Istiqamah dan Ibadah Berdampak

Kultum, atau kuliah tujuh menit, itu ceramah singkat yang biasa kita dengar. Kapan lagi kalau bukan di bulan Ramadan? Biasanya disampaikan pas nunggu waktu buka puasa, sebelum atau sesudah Tarawih, atau usai Salat Subuh.

Nah, buat yang lagi cari referensi, ada beberapa contoh naskahnya. Beberapa di antaranya seperti ini.

1. Istiqamah: Konsisten itu Kunci

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Semangat di awal Ramadan itu memang luar biasa. Masjid ramai, lantunan ayat Al-Qur'an terdengar di mana-mana, orang-orang berlomba sedekah. Rasanya semua ibadah sunah ingin disikat habis. Euforia keberkahan bulan suci begitu terasa.

Tapi coba lihat, begitu masuk pertengahan Ramadan. Semangat itu seringkali menguap begitu saja. Tadarus yang awalnya rutin mulai terbengkalai, ibadah tambahan mulai ditinggalkan. Rasanya berat. Fenomena ini sebenarnya hal yang lumrah, namun patut kita renungi.

Di sinilah pentingnya memahami istiqamah. Hakikatnya, istiqamah bukan soal menggila di awal, tapi tentang keteguhan. Tentang menjaga ketaatan dalam kondisi apapun, baik saat semangat menggebu maupun saat rasa malas mulai menghampiri.

Allah SWT punya janji istimewa untuk hamba-Nya yang istiqamah. Seperti dalam firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), 'Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu'." (QS. Fushshilat: 30).

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar