“Peternak harus untung,” tekan Zulhas. “Karena sebetulnya usaha ayam ini usaha rakyat, bukan konglomerat. Masa depannya cerah dan terang benderang.”
Untuk mewujudkannya, pemerintah tak cuma berjanji. Strategi hilirisasi terintegrasi dari hulu ke hilir sedang disiapkan. Mulai dari penguatan pembibitan, penyediaan pakan, sampai penataan distribusi. Tujuannya satu: pasokan aman, harga terkendali.
Enam daerah sudah memulai. Tahap awal groundbreaking pengembangan ekosistem ini dilakukan di Kabupaten Malang, Lampung Selatan, Bone, Paser, Gorontalo, dan Sumbawa. Integrasi diharapkan menjaga ritme produksi agar suplai protein untuk MBG benar-benar stabil sepanjang tahun.
Zulhas juga mengingatkan pentingnya variasi. Pemberian protein tidak boleh bergantung pada satu komoditas saja.
“Sekarang seminggu memberikan satu telur, ayam satu minggu sekali atau dua kali tidak boleh karena harganya bisa tidak terkontrol. Makanya ada campur-campur, seperti ikan,” paparnya.
Harapannya jelas. Di balik angka-angka besar itu, ada napas usaha rakyat yang ingin dihidupkan dan dilindungi.
Artikel Terkait
Verifikasi Peserta Mudik Gratis DKI 2026 Resmi Dibuka Hari Ini
Pria Meninggal Dunia Diduga Sakit di Pos Ronda Cibinong
Gubernur Kalteng Buka Ramadan Cup 2026, Siapkan Pembangunan Stadion Mantikei
Polri Buka Diri Terkait Demo, Janji Tindak Tegas Oknum Brimob