Pesawat Garuda Indonesia itu mendarat dengan mulus di Lanud Marka, Amman, tepat pukul 19.53 waktu setempat. Udara Selasa malam sudah gelap ketika Presiden Prabowo Subianto dan rombongan terbatasnya tiba, langsung dari London. Ini bukan lawatan biasa. Di Yordania, ia akan bertemu dengan sahabat lamanya, Raja Abdullah II.
Menariknya, begitu memasuki wilayah udara Yordania, pesawat PK-GIF yang ditumpanginya langsung dikawal oleh pesawat tempur Kerajaan. Sebuah penghormatan yang terlihat jelas dari langit.
Di darat, sambutan sudah menunggu. Putra Mahkota, Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, sendiri yang memimpin penyambutan, didampingi sejumlah pejabat tinggi. Dubes RI untuk Yordania, Ade Padmo Sarwono, dan Atase Pertahanan Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin juga ada di sana, ikut mendampingi sang presiden.
Suasana menjadi khidmat saat pasukan kehormatan dalam seragam lengkap memberi salam. Prabowo pun membalasnya. Dengan didampingi Putra Mahkota, ia berjalan perlahan, menginspeksi barisan tentara yang berdiri tegak.
Setelah upacara singkat di bandara itu, rombongan presiden langsung meluncur ke hotel di pusat kota Amman. Perjalanan resmi pun dimulai.
Dari London, Prabowo tak sendirian. Beberapa nama penting ikut dalam rombongan, seperti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menlu Sugiono, dan Menko Bahlil Lahadalia. Mereka punya agenda padat keesokan harinya.
Artikel Terkait
BSN Merambah Ekosistem Muhammadiyah untuk Dongkrak Pasar Perbankan Syariah
Mantan Presiden Yoon Suk-yeol Ajukan Banding Atas Vonis Seumur Hidup
Presiden Sheinbaum Jaminkan Keamanan Piala Dunia 2026 di Guadalajara Pascabentrokan Berdarah
Persebaya vs PSM: Duel Penuh Tekanan untuk Hentikan Tren Kekalahan