Namun, malam itu ada kehangatan lain yang menunggu. Rupanya, kabar kedatangan presiden sudah tersiar di kalangan diaspora dan mahasiswa Indonesia. Mereka sudah berkumpul di lobi hotel, merapikan barisan, tak sabar ingin menyapa dan berfoto bersama. Suasana lobi yang biasanya hening mendadak hidup.
Pertemuan besok dengan Raja Abdullah sebenarnya bukan yang pertama. Sebagai presiden, ini adalah kunjungan resmi keduanya ke Amman sejak April 2025 lalu. Tapi hubungan keduanya sudah lama. Bahkan saat masih menjabat menteri pertahanan dan presiden terpilih, Prabowo sudah pernah menemui sang raja. Waktu itu, Juni 2024, pembicaraan mereka banyak menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza.
Raja Abdullah sendiri sudah membalas kunjungan itu. Ia datang ke Jakarta pada November 2025. Dalam pertemuan di Istana, Prabowo sempat berujar, meminta sang raja menjadikan Indonesia sebagai rumah keduanya. Kalimat yang menunjukkan keakraban di antara mereka.
Keesokan harinya, Rabu (25/2), agenda utama pun berlangsung. Pertemuan bilateral digelar di Istana Al Husseiniya. Menurut jadwal, Prabowo dan Raja Abdullah akan membahas banyak hal. Tak hanya bicara empat mata, mereka juga akan menyaksikan penandatanganan beberapa kerja sama antara Indonesia dan Yordania. Kerja sama itu mencakup sektor-sektor yang cukup strategis.
Agenda di Amman memang padat, tapi singkat. Rencananya, Rabu sore itu juga, Presiden Prabowo akan segera meninggalkan Yordania, mengakhiri lawatan diplomatiknya yang berintensitas tinggi.
Artikel Terkait
BSN Merambah Ekosistem Muhammadiyah untuk Dongkrak Pasar Perbankan Syariah
Mantan Presiden Yoon Suk-yeol Ajukan Banding Atas Vonis Seumur Hidup
Presiden Sheinbaum Jaminkan Keamanan Piala Dunia 2026 di Guadalajara Pascabentrokan Berdarah
Persebaya vs PSM: Duel Penuh Tekanan untuk Hentikan Tren Kekalahan