Jakarta, Selasa malam waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia dengan kode PK-GIF akhirnya mendarat di Pangkalan Udara Marka, Amman. Di dalamnya, Presiden Prabowo Subianto beserta rombongan terbatas. Mereka baru saja menyelesaikan perjalanan panjang dari London. Menurut pantauan, pendaratan terjadi sekitar pukul tujuh lewat lima puluh tiga menit.
Begitu memasuki wilayah udara Yordania, pesawat itu langsung mendapat pengawalan khusus. Beberapa jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania mengiringinya hingga ke landasan. Sebuah protokol penyambutan yang istimewa, tentu saja.
Di darat, suasana sudah disiapkan. Putra Mahkota Yordania, Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, sendiri yang menunggu. Beberapa pejabat tinggi kerajaan juga hadir. Dari pihak Indonesia, Duta Besar RI Ade Padmo Sarwono dan Atase Pertahanan Kolonel Laut Dafris D. Syahruddin turut menyambut.
Upacara berlangsung khidmat. Pasukan kehormatan dengan seragam lengkap berbaris rapi. Presiden Prabowo, didampingi sang Putra Mahkota, lalu berjalan perlahan melakukan inspeksi. Tangannya sesekali membalas penghormatan para prajurit.
Agenda utamanya? Pertemuan dengan sahabat lamanya, Raja Abdullah II. Rencananya, pertemuan bilateral itu baru akan digelar keesokan harinya, Rabu (25/2/2026), di Istana Al Husseiniya. Ini adalah kunjungan kenegaraan kedua Prabowo sebagai Presiden ke Yordania, setelah yang pertama di pertengahan April tahun lalu.
Artikel Terkait
Jepang Siapkan Pelepasan Cadangan Minyak Nasional pada Mei 2026
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Halal Bihalal di Kota Tua
Iran Setujui Gencatan Senjata Dua Pekan, Perundingan Damai dengan AS Segera Dimulai di Islamabad
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI Setelah 34 Tahun