Dari Warung Kopi ke Jaringan Fiber Optik: Kisah Transformasi Spektakuler WIFI

- Kamis, 11 Desember 2025 | 13:45 WIB
Dari Warung Kopi ke Jaringan Fiber Optik: Kisah Transformasi Spektakuler WIFI

Anda mungkin mengenal PT Solusi Sinergi Digital Tbk dengan kode saham WIFI. Tapi, tahukah Anda bahwa perusahaan teknologi ini punya sejarah yang cukup unik? Awalnya, di tahun 2012, mereka justru berjualan kopi dengan nama Lucaffe Indonesia.

Lalu, perubahan besar terjadi pada 2019. Mereka banting setir ke sektor digital. Langkah konkretnya adalah mengakuisisi PT Kreasi Kode Digital, sebuah perusahaan pengembang produk digital. Sejak saat itu, transformasi mereka berjalan cepat.

Kini, bisnisnya jauh dari sekadar secangkir kopi. WIFI, yang juga dikenal sebagai Surge, tumbuh menjadi pemain serius di dunia konektivitas dan ekosistem digital. Mereka didukung oleh 14 anak usaha yang menjalankan berbagai lini bisnis. Ruang geraknya luas sekali, mulai dari pemasangan iklan digital, pengembangan aplikasi, sampai yang paling krusial: membangun jaringan fiber optik.

Menariknya, untuk proyek infrastruktur ini, WIFI jalin kerja sama dengan beberapa BUMN besar. Mereka bekerja sama dengan PT KAI untuk mengelola jaringan serat optik di sepanjang rel kereta di Jawa. Tak hanya itu, kolaborasi dengan PT Jasa Marga juga pernah dilakukan untuk pengembangan jaringan di jalan tol.

Hasilnya? Sampai saat ini, total panjang jaringan serat optik yang mereka kembangkan sudah mencapai 6.927 kilometer! Jaringan itu tersebar di jalur kereta api, jalan tol, dan jalan raya. Mereka juga punya jaringan kuat dengan 50 Internet Service Provider untuk mendukung layanan telekomunikasinya.

Secara garis besar, bisnis WIFI terbagi dua. Pertama, segmen konektivitas. Di sini mereka menawarkan penyewaan core fiber optik, penjualan bandwidth, data colocation, dan layanan sejenisnya. Kedua, ada segmen ekosistem digital yang fokus pada jasa pengembangan aplikasi mobile dan, tentu saja, pemasangan iklan digital.

Kepemilikan dan Kinerja di Bursa

Saham WIFI mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 2020. Saat IPO, mereka melepas 156 juta saham dengan harga Rp530 per lembar. Hasilnya? Dana segar Rp82,97 miliar berhasil dihimpun.

Lalu, siapa yang mengendalikan perusahaan ini?

Berdasarkan data per 30 November 2025, pengendali utamanya adalah PT Investasi Sukses Bersama. Mereka memegang sekitar 2,88 miliar saham atau setara 54,42% dari total saham beredar.

Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Tinawati, dengan kepemilikan sekitar 0,29%. Sementara itu, publik memegang porsi yang cukup signifikan, yaitu sekitar 40% saham WIFI.

Nah, Tinawati ini disebut-sebut sebagai penerima manfaat akhir atau pemilik sebenarnya dari perusahaan. Dialah yang dianggap sebagai pemilik di balik saham pengendali PT Solusi Sinergi Digital Tbk.

Bagaimana kinerja sahamnya? Cukup spektakuler. Pada perdagangan Kamis, 11 Desember 2025, saham WIFI bertengger di kisaran Rp4.180 per saham. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang luar biasa: melonjak 925% sejak awal tahun!

Dengan jumlah saham beredar 5,30 miliar lembar, kapitalisasi pasarnya kini menembus angka Rp22,19 triliun. Sebuah pencapaian yang mengesankan untuk sebuah perusahaan yang awalnya hanya berjualan kopi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar