Nah, di tengah tarik-ulur raksasa ini, Lebanon berusaha mati-matian agar tak terseret. "Kami sedang melakukan upaya diplomatik," jelas Raggi, berusaha meyakinkan bahwa negaranya ingin tetap netral. Ia berharap, sekalipun pembalasan terjadi, infrastruktur sipil Lebanon bisa dihindari.
Pesan dari pimpinan Lebanon, tegasnya, sudah sangat jelas: "Perang ini tidak menyangkut kami."
Tapi, bisakah mereka benar-benar aman? Seorang pejabat Lebanon yang enggan disebut namanya punya pandangan pesimistis. Ia menggambarkan skenario terburuk yang menghantui warganya.
Jadi, meski berusaha menjauh, Lebanon seperti terjepit di tengah medan tempur yang siap meledak kapan saja.
Artikel Terkait
Anak Kandung Diduga Curi Motor Ayahnya di Tanggamus
Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Tiga Puskesmas Keliling Air untuk Jangkau Daerah Kepulauan
Arab Saudi Naikkan Hadiah Kompetisi Hafalan Al-Quran Jadi Rp40 Miliar
Polda Riau Gelar Lomba Lari Gratis untuk Alihkan Aktivitas Balap Liar