Nah, di tengah tarik-ulur raksasa ini, Lebanon berusaha mati-matian agar tak terseret. "Kami sedang melakukan upaya diplomatik," jelas Raggi, berusaha meyakinkan bahwa negaranya ingin tetap netral. Ia berharap, sekalipun pembalasan terjadi, infrastruktur sipil Lebanon bisa dihindari.
Pesan dari pimpinan Lebanon, tegasnya, sudah sangat jelas: "Perang ini tidak menyangkut kami."
Tapi, bisakah mereka benar-benar aman? Seorang pejabat Lebanon yang enggan disebut namanya punya pandangan pesimistis. Ia menggambarkan skenario terburuk yang menghantui warganya.
Jadi, meski berusaha menjauh, Lebanon seperti terjepit di tengah medan tempur yang siap meledak kapan saja.
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang