Di tengah hutan Riau yang panas, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan dukungan penuhnya. Targetnya jelas: merealisasikan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk merehabilitasi Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan seluas 81 ribu hektar itu, kata Sigit, harus dikembalikan fungsinya sebagai rumah bagi gajah sumatera yang populasinya kian menipis.
Penegasan itu disampaikan Sigit saat blusukan ke Camp Elephant Flying Squad di Kabupaten Pelalawan, Selasa lalu. Ia tidak sendirian. Turut mendampingi, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Beberapa pejabat tinggi Polri seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan juga hadir dalam momen itu.
Menurut Sigit, ada perhatian khusus dari Presiden terkait nasib satwa langka ini. "Bapak Presiden memiliki concern khusus terkait dengan bagaimana mengembalikan populasi gajah untuk bisa hidup kembali di kawasan konservasi," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Kawasan seluas 81.000 hektar yang di dalamnya ternyata sudah beralih fungsi ini tentunya harus dikembalikan untuk menjadi kawasan gajah."
Tanpa habitat yang layak dan aman, upaya pelestarian mustahil. Sigit menekankan, ruang hidup yang sesuai adalah kunci agar populasi yang tersisa bisa berkembang biak dengan baik, bebas dari ancaman alih fungsi lahan ilegal.
Di sisi lain, Kapolri tak lupa memberi apresiasi. Ia menyebut kinerja Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan jajarannya yang berhasil mengusut tuntas kasus pembunuhan gajah untuk diambil gadingnya. Sigit meminta agar penegakan hukum seperti ini terus dilakukan tanpa kompromi.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Tiga WNA Produser Konten Porno di Bali, Salah Satunya Pakai Jaket Ojol untuk Sensasi
Indonesia Diversifikasi Impor Minyak, Buka Peluang dari Rusia dan AS
Krisis Suksesi: Hanya 6% Generasi Muda Indonesia Berminat Pimpin Korporasi
Wamen Dalam Negeri Dorong Transformasi Layanan Kesehatan di RSUD Yowari Sentani