Kota yang dihuni lebih dari setengah juta jiwa ini baru saja mengalami rekor hujan tertinggi sepanjang Februari. Salomao menggambarkan situasinya sebagai sesuatu yang ekstrem. Beberapa lingkungan terisolasi total, dan sedikitnya 20 titik longsor tercatat. Upaya penyelamatan pun berjalan dalam tekanan waktu.
Letnan Henrique Barcellos, juru bicara pemadam kebakaran setempat, menjelaskan bahwa fokus tim saat ini adalah mencari korban dan mengevakuasi warga yang masih terjebak di zona berbahaya.
Di media sosial, gambar-gambar yang beredar sungguh memilukan. Tampak petugas penyelamat berjuang dengan backhoe di tengah tumpukan lumpur tebal, sisa-sisa rumah yang hancur total berserakan. Jalan-jalan raya pun tak lagi bisa dikenali, berubah menjadi lautan air keruh yang luas.
Merespons keadaan, otoritas setempat memutuskan untuk meliburkan semua kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sebenarnya, ini bukan kali pertama Brasil dilanda musibah semacam ini. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini kerap dihantam cuaca ekstrem mulai dari banjir besar, kekeringan panjang, hingga gelombang panas yang menyengat. Seolah alam sedang mengingatkan sesuatu.
Artikel Terkait
Aksi Solidaritas Tual Ricuh, Pagar Mapolda DIY Rusak
Presiden Prabowo Tiba di Amman, Dijemput Langsung Putra Mahkota Yordania
Chris Hemsworth Pertahankan Tato Dr. Seuss Usai Protes Spontan Putrinya
Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Dijemput Langsung Putra Mahkota untuk Pertemuan dengan Raja Abdullah