"Bansos adaptif yang sekarang sedang proses salur semuanya Rp 637 M lebih," ujar Gus Ipul.
Apa saja bentuknya? Cukup beragam. Ada santunan untuk ahli waris korban meninggal, masing-masing Rp 15 juta, yang telah diberikan kepada 990 keluarga. Lalu, ada bantuan jaminan hidup Rp 450.000 per orang per bulan, diberikan selama tiga bulan kepada 175 ribu lebih warga terdampak. Ini untuk menjaga pemenuhan gizi dan kehidupan sehari-hari.
Tak berhenti di situ. Bantuan stimulan sosial ekonomi senilai Rp 5 juta per keluarga juga digelontorkan. Tujuannya jelas: menggerakkan kembali roda perekonomian rumah tangga yang terpuruk. Sejauh ini, 47.688 KK sudah menerimanya. Ada juga santunan isian rumah sebesar Rp 3 juta per KK untuk membeli perlengkapan dan perabotan, baik di hunian sementara maupun nanti di hunian tetap.
Prosesnya sendiri masih berjalan. Gus Ipul mengungkapkan, dari 53 kabupaten/kota yang terdampak, sudah 37 di antaranya tervalidasi oleh Kemendagri dan siap untuk menerima penyaluran tahap berikutnya.
"Progres per hari ini dapat kami laporkan, sudah ada 37 dari 53 kabupaten/kota yang telah tervalidasi oleh Kemendagri dan siap disalurkan. Itu semua sudah diverifikasi dan divalidasi," ujarnya.
Rapat satgas yang digelar di Kemendagri itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat kunci. Mulai dari Mendagri Tito Karnavian, Menko PMK Pratikno, hingga Kepala BNPB Suharyanto. Hadir juga perwakilan dari kementerian/lembaga lain, serta Wakil Gubernur Aceh, menandakan koordinasi pemulihan bencana ini dilakukan secara menyeluruh.
Artikel Terkait
18 Negara Kecam Kebijakan Baru Israel di Tepi Barat sebagai Upaya Aneksasi
Harga Daging Ayam di Pasar Prawirotaman Yogyakarta Naik Menjelang Ramadan
Sudinsos Jakbar Kejar Wanita Viral Penunggak Bayar Makan dan Transportasi
Pemprov DKI Alokasikan Rp 50 Miliar dari Dana KLB untuk Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII