Aktivitas profesionalnya inilah yang membuatnya dan keluarga menetap di sana. Dan konsekuensinya, anak-anak mereka pun mendapatkan paspor Inggris. Di luar dunia kampus, Arya juga punya perhatian pada isu lingkungan. Ia terlibat sebagai salah satu pendiri Lingkari Institute, sebuah lembaga yang fokus pada konservasi dan edukasi lingkungan.
Pusat Badai: Tautan dengan LPDP
Di sinilah perdebatan memanas. Warganet yang penasaran akhirnya menemukan dokumen tesis Arya. Di bagian ucapan terima kasih, jelas tercantum terima kasih kepada LPDP sebagai penyandang dana studinya. Temuan ini langsung berbenturan dengan pernyataan sebelumnya dari istrinya, Tyas, yang menyebut Arya bukan penerima beasiswa LPDP.
Perbedaan informasi ini jadi bahan bakar baru. Netizen ramai membahas kewajiban "balas budi" awardee LPDP, yang terkenal dengan skema pengabdian 2N 1. Pertanyaannya: apakah memilih menetap dan berkarier di luar negeri melanggar ikatan moral itu?
Latar Keluarga yang Kembali Diungkit
Tak cuma Arya, latar belakang keluarganya pun ikut disorot. Ayahnya, Syukur Iwantoro, diketahui pernah menduduki jabatan tinggi di Kementerian Pertanian. Riwayat ini kembali muncul ke permukaan di tengah hiruk-pikuk perdebatan online, menambah dimensi lain pada narasi yang sudah ruwet.
Semua ini bermula dari sebuah candaan di media sosial. Kini, yang tersisa adalah sederet pertanyaan tentang pilihan, kewajiban, dan batasan antara urusan privat dengan tanggung jawab publik. Ceritanya jauh lebih kompleks daripada sekadar status di kolom kewarganegaraan.
Artikel Terkait
KAI Logistik Kirim 12 Lokomotif dari Sumatera ke Jawa untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026
Dua Desa di Tangerang Berubah Jadi Kampung Padel, Lapangan Berjejal di Tengah Permukiman
Analisis Data Ungkap Waktu Terbaik Pasang Iklan di Ramadan
Polres Inhil Amankan 14 Motor dalam Razia Balap Liar Menjelang Sahur