Nah, buat para nelayan dan operator kapal, situasi ini jelas butuh perhatian ekstra. Andre tak henti-hentinya mengingatkan soal risiko keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan tradisional, kondisi bisa jadi berbahaya jika angin berhembus lebih dari 15 knot dan gelombang melampaui 1,25 meter. Kapal yang lebih besar seperti ferry, kargo, atau pesiar pun punya batas toleransi. Mereka berisiko tinggi bila dihadapkan dengan gelombang di atas 4 meter dan angin dengan kecepatan lebih dari 27 knot.
tegas Andre.
Lalu, apa sih pemicu gelombang setinggi itu? Analisis BMKG menunjuk pada gabungan beberapa faktor. Penguatan Monsun Asia jadi salah satu penyebab utama. Ditambah lagi dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil dan jarak fetch area tempat angin bertiup yang cukup panjang di lautan. Kombinasi elemen meteorologis dan oseanografis inilah yang akhirnya memicu amukan gelombang di perairan selatan tersebut.
Artikel Terkait
Marseille Kalahkan Metz 3-1, Pacu ke Posisi Tiga Klasemen Ligue 1
Polisi Banten Bantu Evakuasi Anak Kejang ke Rumah Sakit
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia