BMKG Peringatkan Gelombang 6 Meter Ancam Perairan Selatan NTB

- Selasa, 24 Februari 2026 | 07:15 WIB
BMKG Peringatkan Gelombang 6 Meter Ancam Perairan Selatan NTB

Gelombang laut setinggi enam meter mengancam perairan selatan NTB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah itu. Zona merah dengan ketinggian 4 hingga 6 meter ini diprediksi bakal terjadi di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat.

Menurut Andre Jersey, prakirawan dari Stasiun Meteorologi BMKG NTB, status waspada ini berlaku selama 24 jam penuh.

"Peringatan ini berlaku pada 24 Februari 2026 pukul 08.00 Wita hingga 25 Februari 2026 pukul 08.00 Wita,"

jelasnya dari Mataram, Selasa lalu. Ancaman serupa, meski skalanya lebih kecil, juga perlu diwaspadai di sejumlah titik lain. Gelombang setinggi 2,5 sampai 4 meter berpeluang muncul di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, dan Selat Sape bagian selatan. Sementara itu, kawasan Selat Lombok dan Selat Alas di bagian utara diperkirakan akan mengalami gelombang sedang hingga tinggi, kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.

Nah, buat para nelayan dan operator kapal, situasi ini jelas butuh perhatian ekstra. Andre tak henti-hentinya mengingatkan soal risiko keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan tradisional, kondisi bisa jadi berbahaya jika angin berhembus lebih dari 15 knot dan gelombang melampaui 1,25 meter. Kapal yang lebih besar seperti ferry, kargo, atau pesiar pun punya batas toleransi. Mereka berisiko tinggi bila dihadapkan dengan gelombang di atas 4 meter dan angin dengan kecepatan lebih dari 27 knot.

"Kami imbau masyarakat yang berada atau beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi untuk selalu waspada,"

tegas Andre.

Lalu, apa sih pemicu gelombang setinggi itu? Analisis BMKG menunjuk pada gabungan beberapa faktor. Penguatan Monsun Asia jadi salah satu penyebab utama. Ditambah lagi dengan kondisi atmosfer yang tidak stabil dan jarak fetch area tempat angin bertiup yang cukup panjang di lautan. Kombinasi elemen meteorologis dan oseanografis inilah yang akhirnya memicu amukan gelombang di perairan selatan tersebut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar