Di Kota Padang, upaya pemulihan pascabencana mendapat suntikan semangat baru. PT Semen Indonesia (SIG) baru saja mengirimkan 36.000 bata interlock presisi. Material ini ditujukan untuk membangun hunian tetap bagi warga Kampung Talang di Kecamatan Pauh.
Pengiriman perdana itu dilepas langsung dari Pabrik Indarung PT Semen Padang, Kamis lalu. Tampak hadir Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dan Komisaris Utama Sigit Widyawan. Mereka didampingi jajaran dewan komisaris, direksi, serta manajemen Semen Padang.
Menurut Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, situasi pascabencana menuntut solusi cepat. Masyarakat butuh rumah yang aman dan layak, tanpa menunggu lama. Nah, bata interlock presisi ini dihadirkan sebagai jawabannya.
“Ini adalah bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak,” ujar Vita.
Dia menjelaskan, bata jenis ini punya sejumlah keunggulan. Proses pemasangannya cepat, presisi, dan hasilnya kuat. Hal itu tentu sangat cocok untuk mempercepat pembangunan huntap.
Di sisi lain, inovasi produk ini juga selaras dengan visi pemerintahan saat ini, khususnya di bidang infrastruktur perumahan. SIG berkomitmen menciptakan hunian yang terjangkau, berkualitas, dan tahan lama.
“Inovasi seperti bata interlock presisi menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perumahan nasional yang lebih tangguh terhadap bencana,” tutur Vita lagi.
Untuk proyek percontohan, Kampung Talang di Kelurahan Kapalo Koto dipilih sebagai lokasi pertama. Kolaborasi digalang bersama Kadin Sumatra Barat dan Kadin Indonesia. SIG sendiri memastikan pasokan bata dari PT Semen Padang ini cukup untuk mendukung program secara penuh.
Kapasitas produksinya terbilang besar. Untuk tipe rumah 36 saja, mereka bisa mendukung hingga 120 unit huntap per bulannya. Daerah distribusinya pun tak cuma Sumatra Barat. Wilayah seperti Sumatra Utara dan Aceh juga menjadi sasaran.
Sebelumnya, teknologi serupa sudah diuji coba di beberapa proyek. Misalnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan di Bambu Apus, Jakarta Timur. Hasilnya? Efisiensi waktu konstruksi yang signifikan dengan kualitas yang tetap terjaga.
Vita menekankan, komitmen sosial dan lingkungan tetap jadi prioritas. Operasional perusahaan harus selaras dengan pembangunan berkelanjutan.
“Inovasi semen hijau SIG lebih rendah emisi karbon hingga 38% dibandingkan semen konvensional,” katanya.
Tak hanya ramah lingkungan, produk ini juga punya tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi, mencapai lebih dari 90%. Artinya, menggunakan produk SIG turut mendukung industri lokal sekaligus menjaga kelestarian alam.
Artikel Terkait
Kurma di Bulan Ramadan: Manfaat Gizi di Balik Tradisi Berbuka
Kadin Sumut Apresiasi Capaian Satu Tahun Pemerintahan Bobby-Surya
Kebakaran Hanguskan Puluhan Kios di Pasar Rebo Purwakarta Dini Hari
Menteri Keuangan Israel Ultimatum Hamas: Serahkan Senjata atau Hadapi Pendudukan Gaza