Di Masjid Al-Adli, kompleks Kejarsa Sumsel, suasana malam Senin (23/2) terasa berbeda. Safari Ramadhan 1447 H diisi bukan hanya dengan sholat Isya dan tarawih berjamaah, tapi juga pembahasan serius tentang keamanan. Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, hadir di sana dengan pesan yang jelas: stabilitas adalah harga mati selama bulan suci ini.
“Setiap potensi gangguan, kami akan tindak,” tegas Sandi Nugroho. Ia menyebut secara spesifik, mulai dari konflik sosial, aksi preman, peredaran narkoba, sampai kriminalitas jalanan. Semuanya bakal dihadapi dengan ketegasan hukum.
Memang, Ramadhan selalu diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat. Menyadari hal itu, Polda Sumsel tak cuma bicara. Mereka memperkuat patroli terpadu, mengamankan rumah ibadah, dan menyiagakan tim untuk respons cepat atas laporan warga. Pendekatan preventif jadi andalan. Namun begitu, jika ada yang nekat melanggar, tindakan represif yang terukur siap dijalankan.
Di sisi lain, komitmen ini bukan hanya dari Polri. Sinergi dengan Forkopimda Sumsel menjadi titik berat. Gubernur Herman Deru yang hadir dalam kesempatan itu pun menyampaikan apresiasi.
“Soliditas kita harus terus terjaga,” ujarnya.
Menurut Herman Deru, stabilitas keamanan adalah fondasi utama. Tanpa itu, pembangunan daerah bisa macet.
“Sinergi yang kuat antara pemda, TNI, Polri, dan semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan Sumsel Zero Conflict. Ini syarat mutlak untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya lagi.
Nah, soal Zero Conflict itu, rupanya bukan sekadar jargon. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, menjelaskan bahwa komitmen itu diwujudkan lewat langkah nyata di lapangan. Kapolda sudah menginstruksikan semua jajaran, dari Polres hingga tingkat bawah, untuk meningkatkan patroli malam dan mengawasi titik-titik rawan. Koordinasi lintas sektor juga diperketat untuk mencegah eskalasi masalah.
“Tidak ada ruang bagi pengganggu stabilitas,” kata Nandang menirukan perintah Kapolda. Penegakan hukum, imbuhnya, akan dilakukan secara profesional. Proporsional. Tujuannya satu: menjamin rasa aman masyarakat bisa nyaman beribadah dan beraktivitas.
Acara malam itu sendiri berjalan khidmat. Usai sholat Isya berjamaah dan tausiyah, jamaah melanjutkan dengan tarawih. Tampak hadir sejumlah pejabat tinggi daerah, seperti Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, dan Kajati Sumsel Ketut Sumedana. Mereka bersama-sama mengawali Ramadhan dengan doa dan tekad menjaga keamanan. Sebuah awal yang penuh kesadaran, di tengah nuansa spiritual bulan suci.
Artikel Terkait
Imlek Festival 2577 Digelar di Jakarta, Padukan Kemeriahan dengan Nuansa Ramadan
Chelsea Kecam Ujaran Rasial terhadap Wesley Fofana Usai Kartu Merah
Banjir Rendam Tujuh Desa di Pasuruan, Ratusan KK Terdampak
Mendilibar Akui Misi Olympiacos di BayArena Hampir Mustahil