Untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), prioritas kini diberikan kepada lulusan pemegang KIP SMA atau yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari keluarga desil 3 ke bawah, yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Pendekatan ini membuat jumlah penerima di tiap kampus menjadi lebih dinamis, sangat bergantung pada komposisi calon mahasiswa yang memenuhi kriteria prioritas.
Sebagai gambaran, Universitas Negeri Medan mengalami peningkatan penerima yang signifikan karena lebih dari 3.000 siswa kategori prioritas berhasil lolos seleksi. Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada (UGM) mencatat penurunan karena jumlah siswa dari kelompok tersebut yang diterima lebih sedikit. Meski begitu, Kemdiktisaintek menyiapkan kebijakan khusus untuk memberikan tambahan kuota bagi kampus yang mengalami penurunan tajam.
Sementara untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), distribusi kuota tetap dikelola oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah dengan mempertimbangkan daya tampung dan akreditasi program studi.
Integrasi Data untuk Akuntabilitas
Ke depan, penentuan prioritas penerima akan semakin terintegrasi dengan data nasional. Sejalan dengan terbitnya Instruksi Presiden tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), mulai 2026 prioritas akan diberikan kepada lulusan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) atau yang terdata dalam DTSEN desil 1 hingga 4.
Langkah ini diharapkan dapat mempertajam akurasi penyaluran bantuan sehingga benar-benar tepat sasaran. Evaluasi berkala juga terus dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai koridor dan manfaatnya dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan.
Sejak diluncurkan, KIP Kuliah telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan dukungan pembiayaan pendidikan dan biaya hidup, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus menuntut ilmu tanpa terbebani oleh kesulitan ekonomi.
“Kami mengajak seluruh lulusan SMA/SMK dari keluarga kurang mampu untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan tinggi. KIP Kuliah hadir untuk membantu anak bangsa meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Menteri Brian Yuliarto.
Artikel Terkait
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan