KAI Daop 6 Yogyakarta Buka Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Diskon 30%

- Minggu, 22 Februari 2026 | 22:45 WIB
KAI Daop 6 Yogyakarta Buka Pemesanan Tiket Mudik Lebaran 2026 dengan Diskon 30%

MURIANETWORK.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta kembali mengingatkan publik mengenai ketersediaan program diskon tiket kereta api sebesar 30 persen untuk mudik Lebaran 2026. Tiket dengan potongan harga ini telah dapat dipesan sejak 10 Februari lalu untuk periode keberangkatan 14 hingga 29 Maret 2026, terutama pada kelas ekonomi komersial. Kebijakan ini merupakan bagian dari stimulasi pemerintah guna mendukung mobilitas masyarakat dengan transportasi umum yang lebih terjangkau selama puncak arus mudik.

Diskon untuk 85 Perjalanan di Wilayah Yogyakarta

Program stimulus ini mencakup sebanyak 85 perjalanan kereta api yang dilayani di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Menurut keterangan resmi dari perusahaan, diskon ini diberikan dalam rangka menyambut periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idul Fitri. Tujuannya tidak hanya membuat tarif lebih ringan di kantong, tetapi juga mendorong penggunaan moda transportasi yang dikenal memiliki ketepatan waktu dan terhindar dari risiko kemacetan di jalan raya.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan yang optimal.

"Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Pesan Segar dan Persiapkan Layanan Optimal

KAI Daop 6 secara aktif mengimbau calon pemudik untuk tidak menunda pemesanan tiket. Dengan memanfaatkan diskon yang tersedia, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari kehabisan tempat duduk. Di balik layar, persiapan menyambut lonjakan penumpang juga telah dilakukan secara intensif.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar