Strateginya adalah dengan mendorong distribusi stok cabai rawit merah dari produsen ke pasar induk, seperti Pasar Induk Kramat Jati. Dengan harga produsen yang dikendalikan, diharapkan efeknya bisa dirasakan hingga ke tingkat konsumen.
Sarwo Edhy memaparkan, "Dengan harga produsen tetap terkendali, ini akan berdampak positif ke HAP di tingkat konsumen dan harga perlahan bisa turun."
Prioritas Stabilitas Hingga Lebaran
Komitmen menjaga stabilitas harga pangan strategis selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi merupakan arahan langsung pimpinan. Prioritasnya jelas: memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibebani gejolak harga yang tidak wajar.
Sarwo Edhy menegaskan, "Pemerintah memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri. Stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjadi prioritas agar petani, pedagang, dan konsumen sama-sama terlindungi."
Suara dari Lapangan
Di tengah hiruk-pikuk Pasar Gembrong, Agus, salah seorang pedagang daging sapi, mengonfirmasi kondisi harga saat ini. Menurutnya, harga daging sapi memang berada di angka Rp140.000 per kilogram, dengan potongan kecil untuk pembelian dalam jumlah besar.
Sambil sibuk melayani pembeli, Agus mengungkapkan, "Sekarang harga Rp140.000 per kilogram, kalau beli banyak bisa Rp138.000. Mudah-mudahan tidak naik lagi. Memang seminggu sebelum puasa masih Rp125.000, sekarang sudah Rp140.000 per kg."
Ungkapan tersebut sekaligus merefleksikan harapan para pelaku pasar akan stabilnya kondisi hingga hari raya nanti, sebuah harapan yang sejalan dengan upaya pengawasan yang terus digencarkan oleh otoritas.
Artikel Terkait
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026
Kisah Mardi Rambo dan Pengorbanan Prajurit Garuda di Medan Perdamaian
Promotor Ungkap Tantangan Yakinkan Patrick Kluivert Tampil Lagi di Indonesia