Demikian penegasan Saan dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).
Ia meyakini, kualitas akhlak generasi muda adalah variabel penentu masa depan bangsa. Pendidikan, dalam pandangannya, punya peran ganda. Bukan cuma untuk meningkatkan kapasitas individu, tapi juga jadi senjata strategis memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan.
tambahnya lagi.
Di sisi lain, peresmian sebuah gedung di Pesantren An-Nihayah Karawang menjadi momen simbolis. Ia menandai dukungan konkret bagi penguatan ekosistem pendidikan agama. Intinya, safari Ramadan ini diharapkan bisa lebih dari sekadar acara silaturahmi tahunan. Tujuannya adalah membangun sinergi yang lebih kuat dengan pesantren, sebagai upaya kolektif mencetak generasi yang tak hanya pintar, tapi juga berkarakter dan siap bersaing.
Melalui rangkaian kunjungan ini, pesan Saan Mustopa jelas. Pesantren tetap relevan, bahkan krusial, sebagai pilar moral, pusat pendidikan, dan penjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah segala perubahan zaman yang kerap tak menentu.
Artikel Terkait
Zaskia Adya Mecca Kecewa Sidang Kasus Stafnya Ditunda Tanpa Pemberitahuan
Iran dan Oman Rencanakan Pungutan Biaya Transit di Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata
Cadangan Devisa Indonesia Turun ke US$148,2 Miliar Akibat Pembayaran Utang Luar Negeri
Perempuan Hamil Laporkan Pacar dan Keluarganya ke Polisi Usai Dijambak dan Dipukul