Lebih lanjut, Novita menekankan pentingnya menjaga ketersediaan armada transportasi darat. Menjelang puncak arus mudik, ia berharap program mudik gratis yang telah berjalan dapat tetap dilanjutkan dengan jumlah bus yang memadai. Pengurangan armada dikhawatirkan tidak akan sanggup menampung tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung.
“Kami mohon agar armada bus untuk mudik tidak dikurangi. Karena masyarakat tetap berharap adanya program mudik gratis tahun ini,” tegas Novita.
Evaluasi Ketepatan Jadwal Penerbangan
Persiapan mudik juga mencakup sektor transportasi udara. Novita meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja maskapai penerbangan. Permintaan ini disampaikan menanggapi keluhan masyarakat yang kerap mengalami penundaan atau delay penerbangan dalam waktu yang cukup lama, mencapai dua hingga lima jam.
Kejadian serupa, ditegaskannya, harus diantisipasi agar tidak terulang kembali saat musim mudik mendatang. Ketepatan jadwal menjadi faktor krusial untuk menghindari penumpukan penumpang dan memastikan perjalanan berlangsung lancar. Dengan berbagai catatan ini, Novita berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berkoordinasi lebih intensif untuk menciptakan mudik Lebaran 2026 yang aman, nyaman, dan tertib.
Artikel Terkait
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran
KLH Jatuhkan Sanksi Administratif kepada 67 Perusahaan Pemicu Banjir di Tiga Provinsi