"Itulah makanya kenapa Pak Gubernur melakukan program TransJabodetabek. Kita memperpanjang jalur transportasi. Karena kita nggak akan mungkin menambah jalur. Yang kita tambah adalah armada dan jalur kita bekerjasama dengan pemerintah daerah sekitar," tuturnya.
Komitmen Tangani Kemiskinan
Di bidang penanggulangan kemiskinan, Rano membeberkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan subsidi yang cukup besar sebagai bentuk perhatian kepada warga kurang mampu. Ia menyatakan komitmen kuat untuk terus mencari solusi terbaik bagi masalah multidimensi ini di tahun-tahun mendatang.
"Namun sesungguhnya, pemerintah Jakarta mengeluarkan subsidi cukup besar. Itu adalah kecintaan Jakarta kepada warganya. Nah jadi artinya saya sangat yakin, di tahun kedua ini kami sudah mempunyai program," ungkapnya.
Rano menambahkan bahwa seluruh program akan dievaluasi secara bertahap setiap tahun, meski target penyelesaiannya dirancang dalam kerangka waktu lima tahun kepemimpinan.
"Apa yang akan kita lakukan? Tentu program itu kita lakukan tahun per tahun. Walaupun periode kita 5 tahun. Nah kemudian baru kita bisa evaluasi setelah saat kita selesai. Apakah selesai di periode-periode yang kita lalui," tambahnya.
Permohonan Maaf dan Ucapan Terima Kasih
Mengakhiri sambutannya, Rano Karno menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh warga Jakarta. Ia menyadari sepenuhnya bahwa proses membenahi kota sebesar dan serumit Jakarta tidak dapat diselesaikan secara instan, tetapi memerlukan kesabaran, ketekunan, dan dukungan semua pihak.
"Jadi saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf juga kepada warga Jakarta. Karena kami tidak bisa cepat seperti membalikkan telapak tangan untuk memperbaiki Jakarta yang begini luas. Mungkin itu saja dari saya. Terima kasih," tutupnya.
Artikel Terkait
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran
KLH Jatuhkan Sanksi Administratif kepada 67 Perusahaan Pemicu Banjir di Tiga Provinsi