Erupsi ketujuh, dan terakhir yang tercatat dalam laporan pagi itu, terjadi pukul 07.15 WIB. Lebih tinggi lagi, sekitar 900 meter, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu yang begitu tebal mengarah ke utara dan timur laut. Getarannya terekam jelas di seismograf: amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi lebih dari dua menit.
Kondisi ini tentu bukan main-main. Status Siaga (Level III) masih melekat pada gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. PVMBG sudah mengeluarkan sejumlah imbauan keras. Masyarakat dilarang keras beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak. Itu zona bahaya inti.
Di luar jarak itu pun, kewaspadaan harus tetap tinggi. Aktivitas di dalam radius 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan juga dilarang. Area ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer. Belum lagi ancaman lontaran batu pijar yang mengintai dalam radius 5 kilometer dari kawah.
Intinya, warga diminta benar-benar waspada. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar mengintai di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru seperti Besuk Kobokan, Bang, Kembar, dan Sat. Bahkan sungai-sungai kecil anak dari Besuk Kobokan pun tak boleh dianggap remeh. Semeru sedang aktif, dan kita harus lebih sigap.
Artikel Terkait
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol
Polisi Tanah Datar Periksa Kelengkapan Kendaraan Rekannya Sendiri dalam Razia