Lumajang, Jumat pagi (20/2/2026) diawali dengan kegelisahan. Gunung Semeru, sang Mahameru yang membentang di perbatasan Lumajang dan Malang, tak henti-hentinya menggeliat. Catatan resmi menunjukan setidaknya tujuh kali erupsi telah terjadi sejak dini hari.
Menurut laporan tertulis dari Petugas Pos Pengamatan, Liswanto, yang dikutip Antara, erupsi pertama sudah terjadi pada pukul 00.14 WIB. Kolom abu putih hingga kelabu itu membubung setinggi sekitar 700 meter, mengarah ke utara dengan intensitas yang cukup berarti.
Tak lama berselang, tepatnya sepuluh menit kemudian, Semeru kembali mengeluarkan amarahnya. Sekali lagi, kolom setinggi 700 meter terpantau, dengan warna dan arah yang serupa.
Namun begitu, suasana makin mencekam saat fajar menyingsing. Dua kali gunung itu erupsi dalam jarak waktu yang sangat dekat, pukul 05.18 dan 05.23 WIB. Sayangnya, visual letusan saat itu tak teramati sama sekali. Yang jelas, aktivitasnya belum berhenti.
Pukul 05.56 WIB, Semeru kembali menunjukkan taringnya. Kali ini kolom abu mencapai ketinggian sekitar 500 meter. Lalu, ada yang menarik. Dalam laporannya, Liswanto juga menyebutkan sebuah erupsi lebih awal, yakni pada pukul 05.48 WIB, dengan ketinggian letusan yang fantastis: mencapai 1 kilometer di atas puncak, dengan arah abu mengarah ke timur.
Artikel Terkait
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol
Polisi Tanah Datar Periksa Kelengkapan Kendaraan Rekannya Sendiri dalam Razia