Di sisi lain, Kemenperin juga memberi apresiasi khusus pada salah satu pelaku industri. PT TVS Motor Company Indonesia baru saja mencatatkan pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan. Capaian ini dinilai bisa memperkuat struktur industri, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda tiga.
“Perusahaan tersebut menunjukkan komitmen dalam investasi, ekspansi ekspor, dan kepatuhan terhadap regulasi industri,” tambah Setia Diarta.
Sejak mulai beroperasi pada 2007 lalu, TVS disebut telah merealisasikan investasi sekitar 250 juta dolar AS. Jumlah yang setara dengan Rp4,12 triliun. Investasi besar ini otomatis menyerap ratusan tenaga kerja langsung. Bahkan, melalui jaringan distribusi dan pemasok, menciptakan lapangan kerja untuk sekitar 8.000 orang secara tidak langsung.
Hingga awal 2026, lebih dari 1 juta unit kendaraan roda dua dan tiga telah diproduksi TVS. Unit-unit itu tak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga diekspor ke berbagai kawasan, mulai dari ASEAN, Amerika Latin, hingga Timur Tengah dan Afrika.
Yang tak kalah penting, sejumlah produknya telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Sejumlah produk TVS telah memenuhi persyaratan TKDN dan digunakan dalam berbagai program pengadaan pemerintah, baik di kementerian maupun pemerintah daerah,” imbuhnya.
Pada akhirnya, kinerja positif industri roda dua ini dilihat Kemenperin sebagai indikator penting. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang tak mudah, sektor ini berhasil menjaga stabilitas manufaktur nasional. Sebuah kabar yang cukup melegakan.
Artikel Terkait
MA Tetapkan BPK Sebagai Satu-Satunya Lembaga Penghitung Kerugian Negara
WHO Tetapkan Bersama untuk Kesehatan, Berdiri dengan Sains sebagai Tema Hari Kesehatan Sedunia 2026
IHSG Tertekan Ketegangan Timur Tengah dan Daftar Saham BEI
Polisi Banten Siap Panggil Mahasiswa Diduga Rekam Dosen di Toilet Kampus