Jakarta: Di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, industri sepeda motor nasional ternyata masih punya gigi. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai sektor ini punya daya tahan tinggi, bahkan jadi salah satu penopang utama kinerja manufaktur dalam negeri. Tak main-main, kontribusinya cukup signifikan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sendiri menegaskan, sektor manufaktur termasuk otomotif roda dua masih menjadi motor penggerak ekonomi kita.
“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” kata Agus, seperti dikutip dari Antara.
Pernyataan senada datang dari Setia Diarta, Dirjen ILMATE Kemenperin. Menurutnya, industri kendaraan roda dua punya peran krusial dalam menjaga stabilitas industri nasional secara keseluruhan.
Angkanya pun berbicara. “Pada tahun 2025, pasar domestik kendaraan roda dua mencatatkan penjualan lebih dari 6,4 juta unit, tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun 2024,” ujar Setia.
Ia melanjutkan, “Didukung juga oleh kinerja ekspor yang mencapai sekitar 540 ribu unit CBU, dengan total nilai ekspor mencapai Rp10,5 triliun.”
Data itu menunjukkan sesuatu yang menggembirakan: pasar dalam negeri tetap solid, sementara ekspor menunjukkan tren yang cukup signifikan, baik dari volume maupun nilainya.
Apresiasi untuk Pencapaian 1 Juta Unit
Di sisi lain, Kemenperin juga memberi apresiasi khusus pada salah satu pelaku industri. PT TVS Motor Company Indonesia baru saja mencatatkan pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan. Capaian ini dinilai bisa memperkuat struktur industri, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda tiga.
“Perusahaan tersebut menunjukkan komitmen dalam investasi, ekspansi ekspor, dan kepatuhan terhadap regulasi industri,” tambah Setia Diarta.
Sejak mulai beroperasi pada 2007 lalu, TVS disebut telah merealisasikan investasi sekitar 250 juta dolar AS. Jumlah yang setara dengan Rp4,12 triliun. Investasi besar ini otomatis menyerap ratusan tenaga kerja langsung. Bahkan, melalui jaringan distribusi dan pemasok, menciptakan lapangan kerja untuk sekitar 8.000 orang secara tidak langsung.
Hingga awal 2026, lebih dari 1 juta unit kendaraan roda dua dan tiga telah diproduksi TVS. Unit-unit itu tak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga diekspor ke berbagai kawasan, mulai dari ASEAN, Amerika Latin, hingga Timur Tengah dan Afrika.
Yang tak kalah penting, sejumlah produknya telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
“Sejumlah produk TVS telah memenuhi persyaratan TKDN dan digunakan dalam berbagai program pengadaan pemerintah, baik di kementerian maupun pemerintah daerah,” imbuhnya.
Pada akhirnya, kinerja positif industri roda dua ini dilihat Kemenperin sebagai indikator penting. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang tak mudah, sektor ini berhasil menjaga stabilitas manufaktur nasional. Sebuah kabar yang cukup melegakan.
Artikel Terkait
Imigrasi Jaksel Amankan 13 WNA yang Bekerja Ilegal di Balik Acara Celebrity Portrait
Impor 35.000 Kendaraan India untuk Proyek Desa Dipertanyakan, Industri Dalam Negeri Siap Penuhi Pesanan
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis Seumur Hidup Atas Percobaan Kudeta
Mantan Kajari HSU Gugat KPK Rp 100 Miliar Lewat Praperadilan