MURIANETWORK.COM - Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR) bersama Lippo Group sepakat memulai pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Bekasi. Proyek strategis ini, yang ditargetkan groundbreaking pada 8 Maret 2026, merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Groundbreaking Awal Maret dan Tahapan Pembangunan
Kesepakatan untuk memulai proyek ini tercapai setelah pertemuan antara kementerian dan pihak pengembang. Menteri PUPR Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, menegaskan bahwa groundbreaking akan segera dilaksanakan.
“Rencana 8 Maret, kami akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” jelasnya dalam keterangan resmi.
Pembangunan direncanakan melalui empat tahap utama, dimulai dari land clearing, pemasangan tiang pancang, pembangunan struktur, hingga target serah terima kunci pada Agustus 2028. Pada tahap awal, akan dibangun 18 tower setinggi 32 lantai di atas lahan seluas 10 hektare, menyediakan sekitar 47.000 unit. Secara keseluruhan, tiga lahan yang disiapkan seluas 30 hektare ditargetkan dapat menghasilkan hingga 141.000 unit rusun.
Survei Mendalam untuk Kesesuaian Kebutuhan
Sebelum pembangunan fisik dimulai, pemerintah tidak ingin gegabah. Ara menyebutkan bahwa kementerian akan melakukan survei mendalam untuk memahami preferensi dan kebutuhan calon penghuni. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan produk hunian yang dibangun benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat.
"Kami ingin memahami bagaimana kemauan konsumen. Karena itu, akan dilakukan survei dengan metodologi yang tepat dan sampling yang benar agar produk rusun subsidi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” tutur Ara.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Gedung
Lebih dari sekadar mendirikan bangunan, Ara menekankan pentingnya menyiapkan ekosistem pendukung yang layak huni dan produktif. Hal ini menjadi kunci agar rusun tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga kawasan yang terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari penghuninya.
"Kami juga akan melakukan survei terhadap ekosistem sekitar, seperti ketersediaan sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, hingga akses transportasi,” ungkapnya.
Pendekatan holistik ini tampaknya lahir dari evaluasi terhadap capaian program serupa sebelumnya. Ara menyoroti data realisasi pembiayaan rusun subsidi yang dinilai masih sangat minim, sehingga diperlukan langkah-langkah terobosan untuk mendongkrak kuantitas dan kualitas.
Terobosan untuk Mengejar Target Nasional
Proyek Meikarta ini ditempatkan sebagai salah satu jawaban atas instruksi presiden untuk melakukan terobosan dalam program perumahan. Target ambisius 141.000 unit di satu kawasan menunjukkan skala upaya yang dilakukan, sekaligus tantangan logistik dan perencanaan yang tidak kecil.
"Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” ucap dia.
Keberhasilan proyek ini kelak tidak hanya akan diukur dari jumlah menara yang berdiri, tetapi juga dari seberapa baik hunian tersebut dapat menciptakan komunitas yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup para penghuninya.
Artikel Terkait
Indonesia Ditunjuk sebagai Wakil Komandan Pasukan Penjaga Perdamaian Internasional di Gaza
Trump Puji Kepemimpinan Prabowo, Indonesia Siap Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza
Tesla Pangkas Harga Cybertruck dan Model Y Hadapi Persaingan Global
Iran Ancam Balas Serangan AS di PBB, Tegaskan Komitmen Diplomasi