Banjir pagi itu tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan, tetapi juga oleh luapan dari dua aliran sungai. Data dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa genangan di Cipete Utara terutama disebabkan oleh luapan Kali Krukut.
Kondisi serupa namun lebih kompleks terjadi di Petogogan. Selain luapan Kali Krukut, genangan di wilayah ini juga dipengaruhi oleh luapan dari Kali PHB Nipam, yang memperluas area terdampak.
Menyikapi kondisi tersebut, juru bicara BPBD DKI Jakarta menjelaskan penyebab utama genangan. "Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut," ungkapnya mengenai situasi di Cipete Utara. Sementara untuk Petogogan, ia menambahkan, "Selain karena hujan dan Kali Krukut, luapan Kali PHB Nipam juga turut berkontribusi."
Meski menimbulkan genangan yang mengganggu aktivitas warga, laporan awal menunjukkan bahwa banjir ini bersifat lokal dan terkait langsung dengan fenomena cuaca ekstrem dalam periode singkat. Situasi seperti ini kerap menguji ketahanan infrastruktur pengendalian banjir di titik-titik rawan yang sudah lama menjadi perhatian.
Artikel Terkait
Harga Batu Bara Ikut Minyak, PTBA Targetkan Produksi 50 Juta Ton di Tengah Tekanan Biaya
Bareskrim Ungkap Peredaran Ekstasi di Kelab Malam Bali Lewat Modus Ladies Companion
Jalan Darurat Wih Porak Putus Kembali Diterjang Hujan Deras
IHSG Tertekan Sentimen Global dan Daftar HSC, Analis Proyeksi Koreksi Lanjutan