Investor Asing Catatkan Net Buy Rp3,84 Triliun di BEI, Fokus pada 5 Saham Ini
Investor asing kembali menunjukkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia dengan mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp3,84 triliun sepanjang pekan 10-14 November 2025. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan aliran dana asing ini terkonsentrasi pada beberapa saham pilihan.
Deretan Saham Incaran Investor Asing
Berikut adalah daftar saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing selama periode tersebut, meskipun sebagian besar mengalami tekanan jual.
1. Capital Finance Indonesia (CASA)
PT Capital Finance Indonesia Tbk (CASA) menjadi saham dengan nilai beli bersih asing terbesar, yakni Rp2,68 triliun. Transaksi besar ini terjadi melalui pasar negosiasi. Meski diborong asing, harga saham CASA justru terkoreksi 1,82 persen ke level Rp1.080.
2. Merdeka Gold Resources (EMAS)
Aksi beli asing selanjutnya menyasar PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) senilai Rp1,20 triliun. Namun, serupa dengan CASA, saham EMAS mengalami pelemahan sebesar 2,93 persen menjadi Rp3.970 per lembar saham.
3. Barito Renewables Energy (BREN)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga masuk dalam radar investor asing dengan nilai net buy mencapai Rp445 miliar. Sepanjang pekan, saham BREN turun 2,50 persen ke posisi Rp9.750.
4. Bank Mandiri (BMRI)
Emiten perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), mencatatkan transaksi beli bersih asing sebesar Rp431,2 miliar. Harga saham BMRI ditutup melemah 0,84 persen di level Rp4.750.
5. Cisarua Mountain Dairy (CMRY)
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) menjadi satu-satunya saham dalam daftar yang berhasil menguat dengan kenaikan 0,83 persen. Investor asing mencatatkan net buy di saham CMRY senilai Rp345,6 miliar.
Laporan ini memberikan gambaran mengenai sentimen investor asing di pasar saham Indonesia serta saham-saham yang menjadi favorit mereka meski dalam kondisi pasar yang beragam.
Artikel Terkait
Anak Usaha Chandra Asri Resmi Kelola Pelabuhan di Cilegon Perkuat Logistik Industri Petrokimia
Serangan AS di Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Brent, Selat Hormuz Kembali Terancam
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi, Saham AI dan Semikonduktor Pimpin Penguatan
Wall Street Ditutup Mixed, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru di Tengah Optimisme AI