Komitmen Indonesia tidak hanya berupa dukungan diplomatik. Prabowo secara gamblang menyatakan kesiapan pemerintah untuk mengirimkan kontingen pasukan perdamaian dalam jumlah signifikan ke wilayah konflik. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya mendukung stabilisasi pasca gencatan senjata.
"Pencapaian gencatan senjata adalah nyata, kami memerintahkan ini, oleh karena itu kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan hingga 8.000 atau lebih jika perlu," tegas Prabowo. "Kami siap menyumbangkan pasukan untuk secara aktif berpartisipasi dalam pasukan stabilisasi internasional untuk mewujudkan perdamaian ini," lanjutnya.
Dukungan terhadap Inisiatif Perdamaian
Di akhir pidatonya, Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang melahirkan Board of Peace. Ia menyatakan bahwa Indonesia telah mendalami dan menyetujui rencana perdamaian yang diajukan, yang menjadi alasan fundamental keikutsertaan Indonesia dalam dewan ini.
"Sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, Indonesia sepenuhnya setuju dan berkomitmen penuh terhadap rencana ini, dan itulah mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian," pungkasnya. "Kami berkomitmen untuk mencapai keberhasilan. Kami tahu akan ada banyak rintangan, akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis dengan kepemimpinan Presiden Trump, visi perdamaian sejati ini akan tercapai."
Artikel Terkait
Supplier MBG Kendal Demo, Tagihan Rp141 Juta Tak Dibayar Koperasi
Wamenristek Sebut Harga Listrik Panas Bumi Masih Lebih Mahal dari Batu Bara
LBH Cianjur Serahkan Data Tambahan ke KPK untuk Laporan Jual-Beli Jabatan
Don Lee Ucapkan Terima Kasih ke Pemprov DKI atas Dukungan Syuting Film Extraction: Tygo