Di sisi lain, situasi keamanan dan ketertiban harus dijaga. Ini penting untuk mencegah kepanikan yang lebih luas.
"Agar dipastikan masyarakat tetap aman dan terkendali," katanya singkat.
Ia pun mengajak semua pihak untuk bersatu. Mulai dari pimpinan daerah, DPRP, MRP, Forkopimda, hingga tokoh agama dan masyarakat di Papua Selatan dan Kabupaten Yahukimo. Semua diajak bergerak bersama menjaga ketenangan publik.
"Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, DPRP, MRP, Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimda, DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat Papua Selatan, serta Kabupaten Yahukimo Provinsi Papua Pegunungan, [kami harapkan] dapat mendukung agar masyarakat tidak panik," tandas Ribka.
Laporan dari lapangan pun datang. Sejalan dengan upaya antisipasi, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengambil langkah di sektor kesehatan. Berdasarkan laporan Gubernur, pelayanan di empat puskesmas di Kabupaten Boven Digoel tepatnya Yaniruma, Firiwage, Kombay, dan Manggelum untuk sementara ditutup.
Para tenaga kesehatannya sendiri telah dievakuasi dengan aman ke Tanah Merah, ibu kota kabupaten.
Dengan sinergi seperti ini, dari pusat ke daerah hingga akar rumput, Ribka optimis. Situasi bisa dikendalikan dan pelayanan pada masyarakat, lambat laun, akan kembali normal.
Artikel Terkait
Forum Outlook Indonesia Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional 2026
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Ancaman Trump ke Iran Picu Kenaikan Harga Minyak dan Tekan Bursa AS
Tim SAR Evakuasi Pemuda yang Hendak Bunuh Diri di Tower 70 Meter Banyumas