Harga cabai keriting di Jakarta belakangan ini melonjak. Penyebabnya, menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sederhana: pasokan yang menipis.
Dia menjelaskan bahwa kiriman cabai dari sentra produksi, baik di Jawa maupun Sulawesi Selatan, jumlahnya berkurang drastis. Cuaca ekstrem menjadi biang keladinya. Hujan yang tak henti-henti disebutkan mengganggu proses produksi dan, yang tak kalah penting, menghambat distribusi barang sampai ke ibu kota.
"Memang terjadi kenaikan cabai keriting karena suplai dari Jawa maupun Sulawesi Selatan kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan," kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis lalu.
Meski situasinya sedang tidak ideal, Pramono tampak optimis. Dia meyakini kondisi ini tidak akan berlangsung lama.
"Saya yakin dalam satu-dua minggu ke depan harga cabai di Jakarta bisa normal kembali," ujarnya.
Artikel Terkait
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen