Dampak dari perlambatan di Kedoya kemudian menyebar ke beberapa titik lain di koridor yang sama. Arus lalu lintas yang tersendat terpantau padat mulai dari Tomang menuju Kebon Jeruk. Tidak hanya itu, antrean panjang juga terjadi di ruas Tangerang KM 18 hingga KM 17, Kunciran KM 16 hingga KM 13, serta Karang Tengah KM 12 hingga KM 09, semuanya mengarah ke Tomang.
Menurut analisis pengelola, penyebab utama kepadatan merata ini adalah tingginya volume kendaraan yang melebihi kapasitas jalan pada jam tersebut. "Kepadatan volume lalin," jelas Jasa Marga mengenai akar masalahnya.
Kemacetan Meluas ke Tol Jagorawi dan Japek
Kondisi lalu lintas yang padat pagi itu ternyata tidak hanya terbatas di Tol Janger. Pengamatan di lapangan menunjukkan pola serupa terjadi di dua ruas tol utama lainnya, Jagorawi dan Jakarta-Cikampek.
Di Tol Jagorawi, arus tersendat terpantau di ruas Cimanggis KM 17 hingga Cibubur KM 15 menuju Cawang, dilanjutkan dari TMII KM 06 hingga KM 04, serta di sekitar Kali Cipinang. Sementara di Tol Japek, kemacetan terjadi di wilayah Tambun KM 19 arah Cikampek dan dari Halim menuju Cawang.
Seperti di Janger, faktor pemicu di kedua lokasi ini juga didominasi oleh kepadatan volume kendaraan, mengindikasikan tingginya aktivitas mobilitas pagi hari di kawasan penyangga ibu kota. Informasi ini penting bagi pengendara untuk mempertimbangkan rute alternatif atau waktu perjalanan.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Plastik, Pedagang Pasar Keluhkan Kenaikan 50%
Kemkomdigi Tegaskan Rating Usia di Steam Bukan Klasifikasi Resmi IGRS
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan Infrastruktur
Kubu Rismon Tegaskan Tudingan Libatkan JK dalam Kasus Ijazah Jokowi adalah Hoaks